2020-2021 DBPR Akan Tuntaskan Rehab dan Pembangunan Sekolah

FOTO: Eksklusif DBPR Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Pesatnya perkembangan infrastruktur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah dirasakan oleh semua masyarakat. Mulai dari jalan, gedung perkantoran, sekolah, layanan kesehatan, tempat wisata dan lainnya.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan Dinas Pekerjaan Umum di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Rabu, 6 Maret 2019.

Menurut Kepala DBPR Tangsel Dendi Pryandana, tugasnya yakni membangun kantor pemerintahan mulai dari pusat pemerintahan juga pembangunan kantor Kecamatan dan Kelurahan yang sudah banyak selesai. Sehingga pelayanan masyarakat akan lebih nyaman.

“Tahun ini kami akan membangun kantor KPU, RSUD 3 Pamulang, RSU tipe C di Serpong Utara, Stadion Mini Ciputat, Civic Centre dan lainnya. Di dalam Civic Centre akan ada ruang terbuka hijau, climbing, tandon, taman bermain anak dan lainnya,” ungkap Dendi.

Saat ini DBPR sudah membangun gelanggang budaya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan gratis. Walikota Tangsel ingin memanjakan masyarakat melalui berbagai fasilitas wisata.

“Pekerjaan Rumah (PR) kami adalah membangun sekolah, saat ini belum semua sekolah terbangun. 2020 kami akan menuntaskan pembangunan sekolah yang belum terbangun dan rehab. Tugas kami untuk gedung sekolah rehab total atau rehab sedang. Jika  pemeliharaan bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan,” bebernya.

DBPR juga bertugas untuk pengelolaan sarana air minum, dimana pelaksanaanya bekerjasama dengan BUMD. Kota Tangsel akan dibuat sistem perpipaan, kami sudah membuat zona di 7 Kecamatan.

“Saat ini yang sedang pengerjaan yaitu zona tiga ada di Kecamatan Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur. Diharapkan nantinya masyarakat bisa menggunakan air bersih ini, jetpump hanya untuk air cadangan,” kata Dendi.

Tugas DBPR bagaimana melakukan penataan pembangunan, misalnya ada pihak swasta ingin membangun apartemen maka akan ditinjau terlebih dahulu oleh pihak DBPR.

“Selain itu juga kami melakukan perencanaan tata ruang, kami sudah ada konsep rencana detail tata ruang. Disitu jelas tertulis per wilayah sesuai dengan fungsinya. Jangan sampai beli tanah tapi tidak diperuntukan pembangunannya. Jika ingin membangun bisnis silahkan konsultasi ke kami,” bebernya.

2020 ada 3 eks Kantor Kelurahan yang akan dijadikan pusat pelatihan masyarakat. Kedepan Walikota Tangsel lebih mengutamakan peningkatan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

“Jadi kami memanfaatkan gedung eks kelurahan yang tidak dibongkar. Mulai dari pelatihan hingga menciptakan startup yang baru,” jelasnya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa Forum Gabungan Perangkat Daerah merupakan wadah untuk menginformasikan dan memperoleh umpan balik dari para pemangku kepentingan terhadap rancangan Renja Perangkat Daerah dan rancangan RKPD Tahun 2020 serta usulan kegiatan dari tiap Kelurahan dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.

“Dengan demikian, diharapkan penyusunan perencanaan pembangunan di Kota Tangerang Selatan tahun 2020 merupakan hasil pemaduserasian perencanaan atas-bawah atau top-down dengan perencanaan bawah-atas atau bottom-up,” kata Airin.

Perencanaan pembangunan daerah sesungguhnya tidak hanya berorientasi pada kegiatan yang bersifat fisik seperti pembangunan / pemeliharaan jalan, namun juga kegiatan yang berorintasi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarkat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu momentum yang penting dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2020 mendatang. Sejalan dengan hal tersebut, kita harus memiliki tanggung-jawab untuk meningkatkan akselerasi pembangunan dalam mendukung pencapaian visi pembangunan jangka menengah daerah di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Prioritas pembangunan tahun anggaran 2020 mendatang yaitu penguatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, pengembangan kualitas infrastruktur dan pengutan kualitas layanan pendidikan, serta kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Diharapkan peserta dapat menelaah keserasian antara usulan Kecamatan dan Perangkat Daerah dengan Prioritas pembangunan Tahun 2020. Fokus pada upaya pemecahan permasalahan pokok dan pencapaian target kinerja program dalam RPJMD. Dan memverifikasi usulan yang merupakan hasil Musrenbang kecamatan sebagai bahan masukan kedalam rencana kegiatan Perangkat Daerah terkait,” ungkapnya.

Jumlah anggaran dan sumber daya manusia yang masih terbatas merupakan hal utama yang menjadi kendala dalam menata penyelenggaraan pemerintahan di Kota Tangsel ini, sehingga anggaran pembangunan yang berasal dari APBD harus benar-benar di fokuskan pada pembiayaan program dan kegiatan yang bersifat prioritas dan strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Adv)

Tag Terkait: