2 Juta Galon Tetes Tebu Banjiri Boston Setelah Tanki Meledak

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 18 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Boston – Lebih dari dua juta galon molase atau tetes tebu membanjiri jalanan Boston, Massachusetts setelah tanki penyimpanan meledak pada 15 Januari 1919.

Tanki penyimpanan tetes tebu yang meledak ini berada di pabrik United States Industrial Alcohol Company.

Tetes tebu tersebut menimbulkan gelombang yang tingginya mencapai 50 kaki (menurut beberapa saksi) dan menyapu semua yang dilewatinya.

Peristiwa ledakan tanki penyimpanan tetes tebu menewaskan 21 orang, melukai 150 orang, membunuh 20 kuda, dan menghancurkan enam bangunan dari kayu.

Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan tanki pengolahan tetes tebu di Boston ini, dilansir dari Tribunnews.com (16/01/2020).

Namun, ada beberapa faktor yang diduga meledakkan tanki penyimpanan, di antaranya adalah cuaca dingin pada minggu kedua Januari dan kenaikan temperatur beberapa hari sebelum tanki meledak.

Peristiwa ini sering dianggap sebagai “bencana di Amerika yang paling aneh dan surreal.”

Sekilas tetes tebu

Tetes tebu atau molase adalah produk sampingan ekstraksi gula tebu dan gula bit.

Produk ini berwarna gelap, berasa manis, dan lengket.

Tetes tebu mempunyai sejarah panjang di Karibia dan Amerika Serikat bagian selatan, tempat tebu dan bit ditanam besar-besaran.

Pada awal abad ke-20, tetes tebu sempat populer sebagai pemanis di Amerika Serikat meski kini sudah jarang.

Sebelum 1948, tetes tebu difermentasi untuk membuat etil alkohol.

Namun, saat ini etil alkohol umumnya dibuat dari etilen sehingga mengurangi permintaan tetes tebu.[4]

Kronologi

Pabrik United States Industrial Alcohol Company berada di Commercial Street dekat North End Park di Boston.

Tetes tebu yang diolah di pabrik ini dibawa dari Karibia, kemudian disalurkan dari pantai ke tanki pabrik menggunakan pipa.

Tanki ini dibuat pada 1915 untuk memenuhi kenaikan permintaan pada masa Perang Dunia I.

Namun, sejak awal digunakan, tanki ternyata sudah bocor.

Pada 13 Januari 1915, tanki penyimpanan setinggi 50 kaki dan terbuat dari baja ini hampir terisi penuh.

Namun, dua hari kemudian, tepatnya sekitar pukul 13.00, baut-baut di tanki itu meledak dan terlempar bagai peluru.

Lebih dari dua juta galon tetes dari dalam tanki keluar bersamaan dan menimbulkan gelombang.

Gelombang berketinggian delapan kaki menyapu gerbong barang dan area di sekitarnya.

Beberapa pekerja di pabrik tidak sempat menyelamatkan diri dan terhempas gelombang.

Saking banyaknya, tetes tebu sampai membanjiri jalanan di luar pabrik.

Tetes tebu yang panas dan lengket juga menenggelamkan dan membakar lima pekerja di Departemen Pekerjaan Umum.

Ombak tetes tebu menewaskan 21 orang, melukai 150 orang, membunuh 20 kuda , dan menghancurkan enam bangunan dari kayu.

Butuh waktu berminggu-minggu untuk membersihkan jalanan Boston dari tetes tebu.

Penyebab ledakan itu tidak diketahui secara pasti.

Namun, beberapa faktor mungkin berkontribusi, di antaranya cuaca dingin di Boston selama minggu kedua Januari dan kenaikan temperatur yang terjadi beberapa hari sebelum tanki meledak.

Hal itu mungkin menyebabkan fermentasi tetes tebu dan meningkatkan tekanan di dalam tanki.

Tuntutan pada perusahaan

Bencana tetes tebu ini juga memunculkan drama di pengadilan.

Ada lebih dari 100 tuntutan pada perusahaan United States Industrial Alcohol Company.

Penyelidikan selama enam tahun yang melibatkan 3.000 saksi dan 45.000 lembar kesaksian pun dilakukan.

Perusahaan tersebut akhirnya dinyatakan bersalah karena tanki yang digunakannya tidak cukup kuat untuk menyimpan tetes tebu.

Mereka harus membayar hampir $1 untuk menyelesaikan tuntutan itu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: