18 Desember 1936 Kedatangan Panda Pertama Di Amerika Serikat

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 19 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, San Fransisco – Panda pertama yang menginjakkan kaki ke Amerika Serikat (AS) adalah Su Lin. Panda jantan berusia tiga bulan yang diselundupkan dari China itu tiba di San Fransisco, Amerika Serikat, pada 18 Desember 1936.

Dilansir dari Liputan6.com (17/01/2020), Su Lin datang ke AS di gendongan seorang sosialita bernama Ruth Harkness. Sejak saat itu, Amerika langsung jatuh cinta dengan panda.

Berbagai kebun binatang di AS pun ikut-ikutan menangkap panda untuk dipamerkan. Helen Keller dan gangster Al Capone pun sampai ikut penasaran dengan hewan langka itu.

Ruth tertarik dengan panda demi menunaikan impian sang suami yang ingin sekari melihat panda, namun ia keburu meninggal. Sang sosialita, yang aslinya merupakan perancang busana, memutuskan pergi ke Republik China pada 1936.

Ruth bertemu seorang pemandu bernama Quentin Young. Ia adalah pemuda 22 tahun keturunan Amerika-China. Tanpa takut, Ruth masuk ke wilayah bandit di China tengah.

“Saya tidak tahu apakah memungkinkan bagi manusia untuk menangkap panda, tetapi saya rasa jika memungkinkan maka akan saya lakukan. Lagipula, mungkin tidak sampai tiga orang kulit putih yang pernah melihat seekor panda dan tidak ada yang tahu kebiasaannya atau apa yang dia makan atau apapun tentang hewan itu,” tulis sang sosialita dalam suratnya.

Pada 26 September 1936, Ruth dan Quentin berangkat dari Shanghai menuju Chengdu di barat. Ia menyewa rombongan pembantu di Chengdu dan berangkat dengan 16 orang yang terdiri atas pria dan wanita, lengkap dengan seorang koki.

Ruth berharap bisa menemukan seekor bayi panda. Ia bahkan sampai membawa susu bubuk, botol susu, hingga dot.

Bayi Panda

Pada November, rombongan Ruth mulai memasuki hutan bambu yang menjadi habitat panda. Ruth ikut berkemah di sebuah lokasi yang menurutnya begitu indah.

Beberapa hari kemudian, terdengar suara tembakan di dekat mereka berkemah. Quentin Young mendekati asal suara dan menemukan seekor bayi panda. Hewan kecil itu ia lindungi di balik bajunya.

Ruth pun langsung girang. Panda itu bernama Su Lin yang berarti “bagian kecil dari sesuatu yang berharga.”

Dan benar saja, Ruth mengurus panda itu layaknya bayi. Selama mereka berjalan keluar hutan, ia memberi makan panda itu tiap beberapa jam sekali. Panda kecil itu juga diberlakukan bagaikan tuan putri agar nyaman, belakangan baru ketahuan kalau Su Lin adalah jantan.

Su Lin hampir saja gagal membawa pulang panda kecil itu, sebab ia dijegal oleh petugas bea dan cukai China. Ia pun rela ketinggalan kapal karena harus mengurus si panda, hingga akhirnya Su Lin berhasil dibawa ke AS dan ditulis sebagai seekor anjing.

Su Lin dan Mei Mei

Ruth dan Su Lin sempat tinggal selama beberapa bulan di apartemen New York, sebelum akhirnya ia dijual ke Kebun Binatang Brookfield di Chicago.

Namun, itu bukan berarti Ruth melupakan Su Lin. Setahun kemudian, ia kembali ke China dan membawa panda betina bernama Mei Mei.

Sayangnya, keduanya tidak menghasilkan anak. Su Lin pun meninggal akibat pneumonia tak lama kemudian. Hingga kini, tubuh Su Lin dipamerkan di Field Museum, Chicago.

Petualangan Ruth ia catat dalam bukunya berjudul The Lady and the Panda (1938). Sosialita ini wafat pada Jul i1947 pada usia 46 tahun. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: