Benarkah Jika Sistem Injeksi pada Motor Bebas Perawatan?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 15 Juni 2019

Indolinear.com, Jakarta – Dibanding sistem pengabut bahan bakar karburator, motor berjenis injeksi lebih mudah dirawat. Bahkan ada rumor yang menganggap, motor injeksi tak perlu dirawat. Benarkah seperti itu?

Melansir dari Liputan6.com (13/06/2019). Motor injeksi tetap perlu mendapatkan perawatan. Khususnya pada sistem pengabutan. Sebab tugas utamanya menyuplai bensin ke ruang pembakaran. Kondisi ini, kata Suzuki, perlu pengecekan setiap interval 8.000 km. Lantas apa saja yang dicek? Mulai dari slang injektor, sampai ke bagian throttle body. Dua komponen ini wajib mendapat perawatan secara berkala. Sebab kalau dibiarkan, bisa sangat berpengaruh terhadap performa mesin.

Pada motor injeksi, volume penyemprotan bensin ke dalam ruang bakar selalu akurat. Sebab dikontrol oleh Electronic Control Unit (ECU). Takaran antara udara dan bensin, nyaris selalu sempurna pada semua tingkat putaran mesin. Kondisi ini memberikan keuntungan. Lebih mengurangi emisi gas buang dan hemat bensin.

Kemudian penempatan injektor, lazimnya berdekatan dengan silinder. Saluran bensin menuju injektor memiliki tekanan lebih tinggi, dari kompresi intake manifold. Dengan mulut injektor yang sangat kecil, semburan bensin berwujud partikel kabut. Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang seimbang dan pembakaran yang lebih sempurna. Terbayang, jika sistem ini tak dibersihkan dalam waktu lama.

Hilang Tenaga

Alhasil, motor berpotensi brebet atau bahkan bisa juga tiba-tiba terjadi gejala loss power. Apalagi kalau tidak dirawat. Injektor berisiko mampet, tersumbat sisa kotoran bensin. Performa mesin pun bakal sangat terganggu. Itulah alasan motor injeksi wajib dibersihkan secara berkala, terutama komponen throttle bodi.

Tidak hanya rutin memeriksa komponen injeksi setiap kelipatan jarak itu. Memeriksa busi dan filter udara juga penting dilakukan. Busi punya tugas penting untuk memercikkan api ke ruang bakar. Kalau pengapian dari busi terhambat, bensin berisiko terbuang sia-sia. Juga berakibat proses pembakaran tidak maksimal. Sementara untuk filter udara, sebaiknya dicek dan dibersihkan tiap 2.000 km. Dengan rutin membersihkan filter udara, kepastian ruang bakar mendapat asupan udara yang bersih menjadi lebih terjamin.

Perawatan Berkala

Untuk pemeriksaan maksimal, lakukan perawatan berkala motor injeksi di bengkel resmi terdekat. Pengerjaan di bengkel resmi dilakukan oleh montir berpengalaman. Kemudian penggantian suku cadang orisinal juga tersedia. Yang paling penting, adanya garansi sparepart dan pengerjaan. Ini yang lebih menguntungkan daripada di bengkel umum. Jadi, wajib servis kendaraan Anda pada kelipatan itu. Baik sebelum mudik maupun sesudahnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV