17 Februari 1801, Thomas Jefferson Terpilih sebagai Presiden Ketiga Amerika

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 19 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – 17 Februari 1801, Thomas Jefferson terpilih menjadi presiden ketiga Amerika Serikat.

Pemilihan umum yang memenangkan Thomas Jefferson ini merupakan pergantian kekuasaan pertama kalinya di Amerika Serikat yang dilakukan dalam kondisi damai.

Tahun 1800, saat akan mengajukan diri menjadi calon presiden, Thomas Jefferson tercatat mempunyai rekam jejak politik yang mengesankan dan disebut cocok untuk kursi kepresidenan.

Selain pernah menyusun konsep ‘Declaration of Independent’, Thomas Jefferson juga pernah bertugas dalam dua Kongres Kontinental, sebagai perwakilan untuk Prancis, dan sekretaris negara dari Presiden George Washington.

Selain itu, Thomas Jefferson juga pernah menjabat sebagai wakil presiden dari John Adams, dilansir dari Tribunnews.com (17/02/2020).

Dalam pemilu Thomas Jefferson yang berpasangan dengan Aaron Burr meraih suara 73 di parlemen.

Sementara saingannya, John Adams dan Charles C. Pinckney meraih 65 suara.

Masa Kampanye

Kemenangan yang diraih Thomas Jefferson melewati sejumlah insiden politik selama masa kampanye tahun 1800 antara Demokrat-Republik, Jefferson dan Aaron Burr, dengan Federalis, John Adams, Charles C. Picnkney, dan John Jay.

Dalam pemilu, pertarungan politik terjadi antar-dua kubu, yaitu pendukung Demokrat-Republik dari Prancis dengan kelompok federalis yang pro-Inggris yang ingin menerapkan kebijakan terpusat dalam pemerintahan Amerika.

Kelompok federalis tidak menyukai penggunaan ‘guillotine’, sebuah alat untuk memancung seseorang dengan cepat yang telah divonis hukuman mati.

Mereka menganjurkan adanya pemerintahan terpusat yang kuat dengan dukungan militer dan industri.

Sedangkan Thomas Jefferson dan kelompok Republik lebih mengedepankan pemerintahan terbatas, dengan fokus menjaga kehormatan negara. Jefferson juga memilih kebijakan peningkatan ekonomi agraria.

Meskipun kampanye kedua kelompok ini berlangsung damai, namun kedua kubu masih terus mengkritik satu sama lain melalui tulisan di media.

Pelantikan

Sejumlah pasukan tentara mengawal Thomas Jefferson -yang baru saja terpilih- dalam pelantikannya pada 4 Maret 1801.

Pelantikan Thomas Jefferson ini sempat diwarnai perselisihan lantaran adanya ketakutan akan balas dendam dari pihak yang kalah.

Dalam pidato pelantikannya, Thomas Jefferson berusaha mendamaikan perbedaan politik dengan menyebut, “Kita semua adalah Republik, dan kita semua adalah Federalis”.

Masa jabatan pertama Thomas Jefferson dinilai berakhir penuh dengan stabilitas dan kemakmuran.

Pada tahun 1804, ia terpilih untuk kedua kalinya.

Kebijakan

Selama memimpin, Thomas Jefferson telah menuruti janji lawan politiknya, satu diantaranya adalah menerima saran Hamilton untuk memperkuat Angkatan Laut Amerika.

Hal itu terbukti pada tahun 1801, saat ia mengirim skuadron angkatan laut untuk menekan pembajakan terhadap kapal-kapal pengiriman Amerika.

Jefferson mengeluarkan sejumlah kebijakan seperti: mengurangi sepertiga hutang negara, mengakuisisi wilayah Lousiana, dan mendukung ekspedisi Lewis & Clark untuk memperluas wilayah ke daerah barat dengan membangun pemukiman. (Uli)

INDOLINEAR.TV