Membuat Pepustakaan Ramah Anak

Minggu, 25 Oktober 2015
loading...

Indolinear - Pendiri Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil mengemukakan konsep “Perpustakaan Ramah Anak” yang diadopsi dari model perpustakaan organisasi global Room to Read.

“Perpustakaan ramah anak dirancang agar membaca jadi menyenangkan,” kata Nila di Jakarta, Kamis.

Pada umumnya, di perpustakaan buku dikelompokkan berdasarkan genre. Namun, khusus untuk perpustakaan ramah anak, kategorikan buku berdasarkan jenjang kerumitan di dalamnya sehingga anak mudah mencari buku sesuai kemampuannya.

Di Taman Bacaan Pelangi yang mengelola 37 perpustakaan di Indonesia bagian timur, Nila membuat enam kategori buku yang dibedakan berdasar nama binatang, mulai dari tingkat termudah kumbang, burung, ikan, rusa, singa hingga gajah yang mewakili level tersulit.

Sengaja tingkatan dipisah berdasar nama binatang yang implisit, tidak seperti angka, untuk mencegah anak-anak berkecil hati bila mereka masih di level terendah.

Sebagai contoh, bacaan di level kumbang hanya didominasi gambar dan hanya berisi satu hingga tiga kalimat per halaman. Satu kalimat terdiri hingga lima kata dengan kosakata sederhana. Semakin tinggi tingkatan, jumlah kata dan kalimat bertambah, sedangkan porsi gambar berkurang.

Di TBP, pustawakan juga berperan untuk membantu anak mencari buku yang sesuai dengan kemampuan. Salah satu cara mengecek kemampuan anak adalah menghitung jumlah kesalahan yang dibuat saat anak membaca sebuah buku. Bila terdapat lebih dari lima kesalahan dalam satu halaman, bisa dipastikan anak belum siap membaca buku di level tersebut.

“Kalau benar semua, bisa naik tingkat,” kata peraih penghargaan “20 Inspiring Women 2015” dari Wardah Cosmetics.

Koleksi buku dengan tingkat kesulitan pemula diletakkan di rak bagian bawah agar anak-anak kecil yang baru belajar membaca mudah mengambil buku. Setiap rak juga diberi label kategori binatang lengkap dengan ilustrasi yang sesuai.

Cara memajang buku juga tidak kalah penting, letakkan agar sampul terlihat jelas untuk menarik perhatian anak.

Selain itu, hiaslah perpustakaan dengan tulisan dan gambar kreatif karya anak-anak.

TB Pelangi telah mendirikan 37 perpustakaan anak yang tersebar di 14 pulau di Indonesia bagian timur. Setiap perpustakaan berisi lebih dari seribu judul yang ditujukan untuk anak usia 5-13 tahun. Sejak berdiri pada 2009, TB Pelangi telah menyebarkan lebih dari 60.000 buku bacaan yang dilahap lebih dari 8.000 anak.

TB Pelangi bekerjasama dengan Room to Read dalam mendirikan delapan perpustakaan berisi 13.636 buku untuk dibaca sekitar 2400 murid. (uli)

 

Sumber: Antaranews.com