150 Wirausaha Baru di Tangsel Ikuti Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan IKM

FOTO: Eksklusif Disperindag Tangsel for indolinear.com
Selasa, 26 Februari 2019

Indolinear.com, Tangsel – Sebanyak 150 Wirausaha Baru se Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka di Saphire Sky Hotel and Conference BSD pada Senin, 25 Februari 2019.

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal IKM dan Aneka Kementerian Industri Republik Indonesia (RI) ini dihadiri oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir, Kepala Subdirektorat IKM Alat Angkut Irvan Kuswardana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel Maya Mardiana dan lainnya.

Menurut Kepala Subdirektorat IKM Alat Angkut Irvan Kuswardana, program ini merupakan salah satu program Kementerian Perindustrian dalam usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan Wirausaha Baru khususnya IKM.

“Target kami adalah 20 ribu IKM baru tumbuh dibagi dalam 5 tahun. Oleh karena itu, peserta diberikan pengenalan secara teknis dan permodalan untuk tumbuh menjadi Wirausaha Baru,” ungkapnya.

Pihaknya juga memiliki banyak program, selain Bimtek juga ada bantuan subsidi bagi IKM yang membeli mesin dalam rangka peningkatan kapasitas. Bagaimana cara membuat produk sesuai dengan standar.

Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir mengatakan bahwa Indonesia harus bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah. Karena keinginan pemerintah bagi rakyat Indonesia bukan hanya menjadi TKI, tapi bagaimana rakyat bisa berdiri dengan kakinya sendiri.

“Sehingga melakukan pelatihan ini penting untuk menjadi wirausaha, namun bukan hanya perindustrian saja tapi bisa didukung oleh BUMN, sehingga kita harapkan masyarakat di Tangsel mampu untuk membangun usahanya,” jelasnya.

Harapannya, baik dari hasil berlatih ada tindak lanjutnya, tidak hanya diberikan bimbingan dan pelatihan saja tapi setelah itu ada tindak lanjutnya.

“Kepala Daerah juga harus bisa jadi Public Relations, dimana bisa mempromosikan produk yang ada di wilayahnya. Sehingga bisa lebih terkenal ke luar daerah. Dengan adanya pembeli dari luar daerah maka bisa menumbuhkan perekonomian,” bebernya

.

Sementara, Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari sejak 25 Februari hingga 1 Maret 2019 dengan mengikuti 6 kegiatan. Diantaranya bimbingan wirausaha IKM Kopi, desain kemasan, produk pangan, busana muslim, kerajinan motif batik, perbengkelan roda empat dan Las.

“Masing-masing kegiatan ada 25 peserta dengan total peserta 150. Kami melihat potensi wilayah. Jadi ini merupakan IKM yang masih startup atau masyarakat yang memiliki potensi. Kami juga mengakses data dari DPMP3AKB, Kecamatan dan Kelurahan untuk pesertanya,” ungkap Maya.

Menurutnya, peserta harus tepat sasaran karena setelah pelatihan ini akan ada kesinambungan. Tentunya dengan difasilitasi oleh Disperindag Tangsel hingga ke Kementrian untuk perijinannya sampai menjadi produk unggul.

“Tugas kami di daerah adalah mengawal, mengontrol, dan melaporkan mereka ke Kementerian. Mudah-mudahan setiap tahun kita selalu di support oleh Kementerian. Karena setiap tahun kita memiliki target RPJMD untuk Wirausaha Baru. Paling sedikit harus menghasilkan 50 Wirausaha Baru setiap tahunnya,” ungkap Maya.

Kata Maya, pada tahun 2018 Tangsel telah memiliki 205 Wirausaha Baru, melalui kegiatan-kegiatan pelatihan sesuai potensi dan minat calon wirausaha baik melalui APBD, APBN maupun sinergi dengan pihak swasta. Minimal tahun ini targetnya bisa melampaui dari tahun kemarin.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa menciptakan Wirausaha Baru IKM merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah. Hal ini dicapai melalui banyak program dan kegiatan pada dinas sesuai tugas dan fungsinya, salah satunya melalui program dan kegiatan fasilitasi tumbuh kembang Wirausaha baru, pengembangan potensi produk unggulan dan pelatihan, bimbingan teknis dan fasilitasi lainnya.

“Besar harapan kami dapat terus bersinergi dengan kementerian perindustrian dalam meningkatkan mutu dan kualitas para pelaku usaha di Kota Tangerang Selatan baik melalui kegiatan Bimbingan Teknis maupun kegiatan Iain yang diperlukan sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing secara nasional maupun internasional, dan berdampak positif dalam mengurangi angka pengangguran serta terus meningkatkan bertumbuhnya wirausaha baru di Kota Tangsel,” ungkapnya.(Adv)