15 April 2019 Setahun Tragedi Notre Dame Paris Terbakar

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Mei 2020

Indolinear.com, Paris – 15 April 2019, Notre Dame yang ada di Paris, Prancis terbakar. Asap tebal mengepul dari Katedral Notre Dame de Paris, Prancis pada Senin 15 April 2019 malam waktu setempat. Tampak api menyebar dengan cepat dan melahap sebagian bangunan katedral, termasuk menara lonceng.

Para petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke rumah ibadah bersejarah itu, berusaha meredam jilatan api. Sebanyak 400 personel petugas diterjunkan dalam operasi pemadaman, demikian dikutip dari Liputan6.com (14/05/2020).

Kebakaran di Katedral Notre Dame de Paris, Prancis terjadi hanya beberapa hari sebelum Paskah. Tentu saja insiden itu bikin khawatir warga Paris dan wisatawan, yang terbiasa berkunjung ke sana di tengah momentum itu.

Bangunan kuno ini merupakan salah satu simbol dari kota Paris. Notre Dame menyimpan banyak sejarah.

Prancis adalah salah satu negara yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dunia. Cukup mengejutkan, monumen yang paling banyak dikunjungi bukanlah Menara Eiffel, melainkan Katredal Notre-Dame.

Lebih dari 13 juta pengunjung melewati gerbang Notre-Dame setiap tahun. Itu berarti, katedral ini menyambut sekitar 35 ribu pengunjung dalam sehari.

Jika Anda ingin menghindari keramaian, maka disarankan untuk mengunjungi Notre-Dame lebih awal. Gerbang akan dibuka pada pukul 07.45 waktu setempat.

Notre-Dame de Paris dibangun di atas Île de la Cité di pusat kota Paris. Cukup sulit membayangkan Île de la Cité tanpa Katedral Notre-Dame.

Bangunan ini berdiri sejak Abad ke-12. Namun, Île de la Cité ada di sana jauh sebelum Katedral. Dulu, pulau itu dianggap sebagai tempat sakral bagi penganut pagan.

Sejak asalnya, Île de la Cité dibagi menjadi dua bagian: bagian barat didedikasikan untuk urusan duniawi.

Di sana ada istana di mana para penguasa dapat tinggal selama kunjungan mereka di Lutetia.

Separuh bagian timur, didedikasikan untuk beribadah dan menjadi lokasi beberapa altar.

Notre-Dame di Paris berukuran 127 meter (panjang) kali 48 meter (lebar) dengan tinggi utama 43 meter.

Dengan dimensi seperti itu, mungkin mengejutkan bahwa struktur atap seluruhnya terbuat dari kayu, yang berasal dari Abad ke-12.

Kerangka kayu-kayu terbuat dari lebih dari 1.300 pohon, setiap balok dibuat dari satu pohon.

Restorasi Tertunda

Untuk sementara aktivitas pekerja dihentikan. Hal itu tentu beralasan. Masa lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah Prancis untuk memerangi Corona COVID-19 masih berlanjut.

Oleh karenanya terjadi penangguhan dalam perbaikan situs warisan dunia ini, demikian dikutip dari laman Channel News Asia.

Pekerjaan telah tertunda selama beberapa minggu. Salah satu upaya dalam memperbaiki Notre Dame adalah dengan dekontaminasi setelah lebih dari 300 ton timah dari atap meleleh si jago merah.

Ratusan ton timah yang meleleh dan terbakar ini menutupi nyaris seluruh situs dengan partikel beracun yang terbukti sulit untuk dihilangkan.

Dan struktur rapuh tetap berisiko meskipun balok kayu besar menopang lengkungan dan atap. Pihak berwenang harus berhenti bekerja beberapa kali selama musim dingin ketika angin melampaui 40 kilometer per jam.

60 hingga 70 pekerja yang biasanya berada di lokasi bahkan belum menghilangkan jaring kusut sisa pekerjaan.

Meskipun pihak internal masih belum menentukan penyebab kebakaran, jaksa mencurigai kabel listrik yang rusak atau akibat puntung rokok. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya