14 Maret 1879 Lahirnya Albert Einstein, Fisikawan Penemu Teori Relativitas

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 17 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – 14 Maret 1879, lahirnya seorang fisikawan sekaligus insinyur terkenal dari Ulm, Jerman, Albert Einstein.

Albert Einstein dikenal berkat temuannya ihwal relativitas khusus dan umum yang mengubah pandangan manusia tentang alam semesta.

Karyanya dalam teori partikel dan energi membantu fisikawan lain dalam menemukan mekanikan kuantim dan bom atom.

Persamaan Einstein yang paling dikenal adalah rumus kesetaraan massa-energi E = mc2.

Berkat pengabdiannya dalam ilmu pengetahuan khususnya fisika teoritis, Einstein menerima Nobel Fisika pada tahun 1921 atas penemuannya tentang hukum efek fotolistrik.

Einstein menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan lebih dari 150 karya nonilmiah, dilansir dari Tribunnews.com (15/03/2020).

Kehidupan Pribadi dan Pendidikan

Albert Einstein lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman, pada tanggal 14 Maret 1879.

Ia adalah anak dari Herman Einstein, seorang agen penjualan insinyur dan Pauline Koch.

Pada tahun 1880, keluarganya pindah ke Munich, tempat ayah Einstein dan pamannya Jakob mendirikan Elektrotechnische Fabrik J. Einstein & Cie, sebuah perusahaan yang memproduksi peralatan listrik dengan memanfaatkan arus searah.

Eintein berasal dari keluarga penganut Yahudi yang tidak taat.

Dalam hal pendidikan, Einstein bersekolah di SD Katolik Munich, Jerman.

Pada usia 8 tahun, ia dipindahkan ke Gimnasium Luitpold, tempat ia menempuh pendidikan SMP dan SMA.

Seiring waktu berjalan, Einstein mendaftar di sekolah kanton Argovian (Gimnasium) di Aarau, Swiss, pada tahun 1895 dan 1896 untuk menamatkan SMA dan mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi.

Pada usia 17 tahun, Einstein diterima dalam program diploma empat tahun pendidikan matematika dan fisika di Politeknik Zürich.

Karier Ilmiah

Sepanjang hidup, Albert Einstein telah menerbitkan ratusan buku dan artikel.

Ia menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan 150 makalah non ilmiah.

Pada tanggal 5 Desember 2014, sejumlah universitas dan lembaga arsip mengumumkan perilisan makalah-makalah Einstein, yang terdiri dari lebih 30.000 dokumen.

Selain karya yang dikerjakannya sendiri, ia juga berkolaborasi dengan ilmuwan lain dalam proyek-proyek ilmiahnya.

Penghargaan

Berkat pengabdiannya terhadap ilmu pengetahuian, Albert Einstein menerima banyak penghargaan dan penghormatan,

Pada tahun 1922, ia dianugerahi Nobel Fisika 1921 “atas jasanya terhadap Fisika Teoretis, dan terutama karena penemuan hukum efek fotolistrik”.

Tak satu pun penerima nominasi Nobel 1921 memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Alfred Nobel, sehingga Nobel Fisika 1921 dianugerahkan kepada Einstein pada tahun 1922.

Kematian

Pada tanggal 17 April 1955, Einstein mengalami pendarahan di bagia dalam perutnya.

Namun demikian, Einstein menolak operasi, dengan mengatakan, “Saya ingin pergi saat saya menginginkannya. Hambar rasanya memperpanjang hidup secara tidak alami. Saya telah menyelesaikan urusan saya; ini saatnya untuk pergi. Saya akan melakukannya dengan elegan.”

Einstein wafat di Rumah Sakit Princeton keesokan paginya pada usia 76 tahun, setelah terus bekerja sampai penghujung hayatnya.

Saat diautopsi, patolog Rumah Sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey, mengambil otak Einstein untuk diawetkan tanpa seizin keluarganya, dengan harapan bahwa ilmu saraf masa depan bisa mengetahui penyebab kecerdasan luar biasa Einstein.

Jenazah Einstein dikremasi dan abunya disebar di lokasi yang dirahasiakan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: