14 Juli 1789 Rakyat Serbu Penjara Bastille, Revolusi Prancis Dimulai

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 14 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Paris – Revolusi Prancis adalah salah satu peristiwa sejarah yang paling berpengaruh di Eropa. Raja dan ratu mati dipenggal dan revolusi ini berakhir dengan berkuasanya diktator Napoleon Bonaparte.

Rakyat memulai revolusi karena menuntut hak mereka serta tidak puas dengan kebijakan Raja Louis XVI yang penuh beban finansial. Revolusi berlangsung selama 1 dekade sejak 1789.

Peristiwa signifikan pada 1789 adalah penyerbuan penjara Bastille di Paris pada 14 Juli 1789. Tanggal 14 Juli itu dianggap sebagai bermulanya Revolusi Prancis.

Dilansir dari Liputan6.com (12/08/2020), rakyat menyerbu penjara Bastille karena ingin mengamankan persenjataan. Pasalnya, rakyat curiga pemerintah ingin membungkam revolusi.

Penyerbuan Bastille (Storming of the Bastille) berubah menjadi peristiwa berdarah. Pemimpin penjara Bastille, Bernard-René Jourdan de Launay, tewas dengan tragis setelah menjadi korban amuk massa.

Raja Louis XVI Kaget

Raja Louis XVI kaget mendengar adanya revolusi dan mencoba untuk mengambil simpatis rakyat dengan memberi dukungan. Sebulan sesudahnya, feudalisme di Prancis juga dihentikan.

Revolusi Prancis memiliki sejarah yang gelap. Eksekusi mati tidak berhenti setelah Raja Louis XVI dan ratunya dipenggal di guillotine.

Era Terror (La Terreur) setelah raja terakhir Prancis dipenggal dan setelahnya ada 16 ribu orang lagi yang dipenggal di tengah gejolak politik selama revolusi.

Peristiwa 14 Juli 1789 membawa implikasi panjang di perpolitikan Prancis. Kini, tanggal itu menjadi liburan.

Selama Hari Bastille, rakyat Prancis merayakan dengan parade militer dan kembang api. Namun, tahun ini perayaan nasional ini tidak dirayakan karena Virus Corona COVID-19. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: