14 April 1828, Penerbitan Pertama Kamus Bahasa Inggris-Amerika

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 17 April 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada 14 April 1828, Noah Webster, seorang pengacara lulusan Yale University menerbitkan Kamus Bahasa Inggris, “An American Dictionary of the English Language”.

Kamus Bahasa Inggris karya Webster merupakan salah satu kamus leksikon pertama yang memasukkan kata-kata khas Amerika.

Pembuatan kamus ini berlangsung selama dua dekade dengan memperkenalkan logat ‘American-English’ di kalangan masyarakat Amerika.

Setidaknya terdapat sekitar 10.000 kata-kata bahasa Inggris yang memakai logat ‘American-English’, dilansir dari Tribunnews.com (15/04/2020).

Pengenalan kamus bahasa Inggris Amerika ini ikut membantu membuat standar ejaan bahasa Inggris.

Proses ini dimulai pada awal tahun 1473, ketika seorang penerbit, William Caxton menerbitkan buku pertamanya yang dicetak dalam bahasa Inggris.

Standarisasi dan Akuisisi

Semakin banyaknya permintaan, perusahaan percetakan mengalami kenaikan omset.

Seiring berjalannya waktu, dilakukan pengembangan kamus yang menghasilkan ejaan terstandarisasi pada abad ke-17.

Secara kebetulan, sebelumnya telah ada Kamus Bahasa Inggris karya Samuel Johnson yang terbit persis 63 tahun sebelumnya, pada 15 April 1755.

Pada tahun 1831, George Merriam dan Charles Merriam mendirikan perusahaan percetakan dengan nama G & C Merriam Co. di Springfield, Massachusetts.

Pada tahun 1843, setelah meninggalnya Noah Webster, perusahaan itu membeli hak untuk mencetak kamus buatan Webster.

Semua kamus milik Merriam-Webster pun bersumber dari kamus ini.

Pada tahun 1964, Encyclopædia Britannica, Inc., mengakuisisi Merriam-Webster, Inc., dan menjadikannya anak usaha.

Sekilas Noah Webster

Mengutip Wikipedia Indonesia, Noah Webster, lahir di West Harford, 16 Oktober 1758 adalah seorang penulis, pendidik, wartawan, Amerika Serikat yang terkenal sebagai leksikograf.

Karyanya yang terkenal berjudul Webster’s Dictionary (kamus Webster), merupakan kamus bahasa Inggris terbaik pada masanya.

Ia lulus dari Yale College (sekolah Yale), yang kemudian belajar hukum.

Pada akhir tahun 1780-an, Webster menjadi guru sambil membuat proyek menyusun buku ejaan dasar, kemudian menyusun tata bahasa, dan buku bacaan anak-anak.

Ia menghasilkan jutaan buku ejaan yang terjual selama tahun 1900-an.

Dalam hal ini, ia berjasa membakukan ejaan dan pelafalan bahasa di Amerika Serikat.

Watson juga merupakan penganjur adanya undang-undang hak cipta di Amerika.

Dalam urusan politik, ia menjadi anggota Partai Federal dan menulis brosur-brosur politik.

Pada tahun 1787 ia juga bekerja sebagai editor dua surat kabar Federal.

Baru pada tahun 1803, ia mencurahkan perhatiaanya pada proyek penyusunan kamus yang bertajuk An American dictionary of the English language.

Kamus tersebut terbit dalam dua jilid pada tahun 1828 dan diperluas pada tahun 1840, meliputi 12.000 kata dan 40.000 definisi. Ini merupakan kamus terbesar saat itu.

Noah Webster merupakan anak yang cerdas, dididik di kota kelahirannya.

Semenjak kecil, ia selalu melakukan transaksi atas apa yang dikerjakannya.

Ia dididik dalam tradisi keluarga Kristen Kalvinis.

Dalam hidupnya, ia mengungkapkan bahwa tujuannya adalah memperluas pengetahuan bagi siapa saja demi menumbuhkan watak nasionalisme.

Harlow Giles menulis sebuah buku biografi tentang Noah Webster berjudul Noah Webster: The Life and Times of an American Patriot, yang membuktikan bahwa Webster adalah seorang yang sangat peduli kepada bangsanya melalui karya-karyanya.

Ketika Inggris melakukan kolonialisme di Amerika Serikat, hal ini membawa pemikiran Webster bagaimana menemukan identitasnya sendiri sebagai orang Amerika. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: