14 Agustus 1945 Pengumuman Resmi Penyerahan Jepang Tanpa Syarat Pada Sekutu

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 16 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Sekutu pada 6 Agustus 1945. Tiga hari berselang, bom atom kedua jatuh di kota Nagasaki. Peristiwa tersebut membuat Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945.

Peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu pada 14 Agustus 1945 menandai berakhirnya Perang Dunia II, perang yang sangat mengerikan dalam peradaban manusia di dunia. Peristiwa menyerahnya Jepang tersebut merupakan bentuk kekalahan yang dialami Jepang pada Perang Dunia II yang menyebabkan Jepang kehilangan kedaulatan negaranya. Hal ini membuat Jepang dikuasai dan diduduki oleh Sekutu.

Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai sejarah 14 Agustus 1945, pengumuman resmi penyerahan Jepang tanpa syarat pada Sekutu telah dilansir dari Merdeka.com (14/08/2021).

Jepang Menyerah Tanpa Syarat

Meskipun Dewan Perang Jepang yang didesak Kaisar Hirohito telah menyerahkan deklarasi resmi penyerahan diri kepada Sekutu melalui Duta Besar pada 10 Agustus, pertempuran berlanjut antara Jepang dan Soviet di Manchuria dan antara Jepang dan Amerika Serikat di Pasifik Selatan.

Faktanya, dua hari setelah Council setuju untuk menyerah, sebuah kapal selam Jepang menyerang Oak Hill, kapal pendarat Amerika, dan Thomas F. Nickel, kapal perusak Amerika. Pada sore hari tanggal 14 Agustus (15 Agustus di Jepang lantaran adanya perbedaan zona waktu), radio Jepang mengumumkan bahwa Proklamasi Kekaisaran akan segera dibuat.

Selain itu, pihaknya juga menerima persyaratan penyerahan tanpa syarat yang dibuat di Konferensi Potsdam. Proklamasi itu telah dicatat oleh kaisar. Namun, berita itu tidak berjalan dengan baik, karena lebih dari 1.000 tentara Jepang menyerbu Istana Kekaisaran dalam upaya untuk menemukan proklamasi dan mencegahnya diteruskan ke Sekutu.

Prajurit yang masih setia kepada Kaisar Hirohito pun berhasil menghalau para penyerang. Malam itu, Jenderal Anami, anggota Dewan Perang yang paling tidak mau menyerah melakukan bunuh diri dengan alasan untuk menebus kekalahan tentara Jepang, dan terhindar dari keharusan mendengar kaisar mengucapkan kata-kata penyerahan.

Peluang bagi Indonesia untuk Merdeka

Peristiwa Jepang yang menyerah pada sekutu menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Keadaan ini merupakan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya di depan rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno di depan rakyat Indonesia. Sementara Bendera Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud Maroksuma sebagai tanda lahirnya Negara Republik Indonesia. Peristiwa ini menandai perubahan drastis kedudukan Indonesia dari negeri terjajah menjadi negeri merdeka sekaligus mengawali tanggung jawab yang berat, yakni mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. (Uli)