12 Aturan Bagaimana Cara Untuk Memakai Mobil Matic

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 15 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Mobil dengan transmisi otomatis telah menjadi kebutuhan utama di Indonesia, terlebih di kota-kota besar. Kendaraan satu ini tak mengandalkan pedal kopling.

Masalahnya, masih banyak pengemudi yang salah kaprah tentang mobil transmisi otomatis.

Kesalahan penggunaan bisa membuat usia komponen berkurang, bahkan bisa membahayakan nyawa pengemudi.

Misalnya, mobil matik yang nyaris jatuh dari tempat parkir. Jika tak ingin terjadi hal-hal yang merugikan, ada baiknya kamu memahami karakter mobil transmisi otomatis.

Berikut ini adalah aturan-aturan dasar penggunaan mobil transmisi otomatis, yang dilansir dari Dream.co.id (13/07/2019):

  1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat ingin menyalakan mesin, bahkan beberapa mobil tidak bisa dinyalakan jika tidak di P. Ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.
  2. Selain itu, injak pula pedal rem untuk menghindari risiko mobil meloncat karena tuas tidak berada di P. Untuk mobil otomatis seperti Toyota, prosedur ini sudah baku. Mobil takkan bisa dinyalakan kalau prosedur itu tidak dilakukan.
  3. Saat berhenti dalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.
  4. Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu lama, seperti ketika menunggu di lampu lalu lintas. Rem akan jadi cepat oabas dan kemungkinan kamu akan mengangkat kaki dari pedal rem sehingga mobil bergerak maju.
  5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, kamu harus menekan tombol Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkannya ke posisi N.
  6. Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat transmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.
  7. Secara alami mobil akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.
  8. Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, kamu bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas ke gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.
  9. Posisi gigi lebih rendah juga bisa kamu pakai saat membutuhkan power dalam tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.
  10. Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.
  11. Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memposisikan dan memastikan posisinya tepat seperti ketika kamu memindahkan ke gigi R.
  12. Rem menjadi perangkat penting di mobil transmisi otomatis karena banyak diandalkan di berbagai situasi. Oleh sebab itu rawat rem mobil dengan rutin melakukan servis berkala di bengkel resmi. (Uli)

INDOLINEAR.TV