10 Ribu Nyawa Melayang Disapu Topan Sidr

Minggu, 14 Februari 2016
loading...

Indolinear.com, Bangladesh – 8 Tahun lalu, 15 November 2007, musibah besar melanda Bangladesh. Angin topan ekstra kencang 260 km/jam menyapu kawasan Teluk Bengal dan sekitarnya, mengakibatkan sekitar 10.000 orang tewas dan hutan bakau terbesar dunia yang juga merupakan situs warisan dunia hancur.

Badan Sosial The Bangladeshi Crescent Society mengatakan, dari 10 ribu korban tewas, banyak korban yang sulit ditemukan dan sebagian hilang. Sementara, lembaga Save the Children menaksir jumlah korban jiwa mencapai 15 ribu orang.

Selain itu, ribuan rumah hancur, ratusan hektare tanah pertanian, hutan bakau rusak parah diamuk topan. Begitu juga dengan pepohonan yang tumbang. Sebagian wilayah Bangladesh hancur. Pemerintah dan seluruh warga berduka.

Penderitaan belum sampai di situ. Ribuan orang yang mengungsi menderita sejumlah penyakit dan mengalami kelaparan, karena kurangnya pasokan akibat akses jalan yang rusak parah.

“Aku belum pernah melihat bencana ini. Ini merupakan malapetaka maha besar selama 20 tahun bekerja di badan bencana pemerintah,” ujar seorang pejabat badan bencana Bangladesh, Tapan Chowdhury.

“Desa demi desa hancur. Jutaan orang harus tinggal tanpa atap dan dataran negara kami porak poranda. Lokasi bekas disapu topan bagaikan kota kami,” imbuh dia. “Banyak korban mengalami dehidrasi dan shock berat.”

Sattar Gazi, salah satu korban selamat menuturkan, “saya kehilangan 6 anggota keluargaku. Aku takut saudaraku yang lain juga mati kelaparan. Kami sudah tak punya pakaian lagi. Pakaian yang sudah ada sudah dipakai untuk menguburkan saudara kami.”

Lembaga dunia PBB dan Uni Eropa turun tangan, mengucurkan bantuan untuk Bangladesh. Begitu juga negara-negara lain dari berbagai penjuru yang turut membantu negara di Asia

Sebelumnya, angin topan juga pernah melanda Bangladesh pada 1970 dengan korban jiwa mencapai 500 ribu orang. Dan topan pada 1991, ada sekitar 143 ribu orang yang tewas. (uli)

 

Sumber: Liputan6.com

loading...