10.000 Jemaah Umrah Mancanegara Kini Sudah Tiba di Arab Saudi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 4 November 2020
loading...

Indolinear.com, Arab Saudi – Sekira 10.000 jemaah umrah dari mancanegara tiba di Arab Saudi setelah jeda ibadah ‘haji kecil’ tersebut.

Seperti diketahui, ibadah umrah sendiri sempat ditunda selama 7 bulan akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Melansir dari Tribunnews.com (03/11/2020), para jemaah harus mengisolasi diri selama 3 hari begitu tiba di kerajaan Saudi.

Setelah itu, mereka diberangkatkan untuk ibadah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Amr Al Maddah, Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah.

Puluhan ribu jemaah tersebut diizinkan untuk berada di Arab Saudi selama 10 hari.

Al Maddah mengatakan bahwa semua jemaah diuji apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Hampir semua jemaah rata-rata berusia 50 tahun atau lebih muda.

Sehingga kasus infeksi sejak dini bisa dideteksi dan dipantau.

Jutaan muslim dari seluruh dunia biasanya melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk umrah dan haji.

Arab Saudi sendiri menggelar ibadah haji simbolik tahun ini karena aturan batasan di tengah wabah virus corona.

Kerajaan Saudi hanya membuka kapasitas sebanyak 30 persen, sekitar 6.000 jemaah sehari, untuk ibadah umrah sejak bulan lalu.

Sebelum wabah berlangsung, lebih dari 1.300 hotel dan ratusan toko padat sepanjang waktu karena melayani jemaah yang mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah.

Beberapa bulan terakhir, hotel-hotel dan toko-toko itu tutup.

Namun kini, meski umrah mulai dibuka untuk jemaah dari mancanegara, para jemaah tidak diizinkan menyentuh Kabah–bangunan dari batu yang diselimuti kain hitam bersulam emas bertuliskan lafal berbahasa Arab dari ayat Al Quran.

Kabah adalah bangunan paling suci dalam Islam dan merupakan arah yang dihadapi umat Islam ketika melaksanakan shalat.

Menyentuhnya adalah suatu kehormatan besar yang diapresiasi oleh para jemaah.

Ibadah umrah adalah tulang punggung pariwisata dan pemasukan besar kerajaan itu di bawah sokongan putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) selain ekspor minyak utama dunia.

Sebelum pandemi melanda, Arab Saudi berencana meningkatkan jemaah umrah menjadi 15 juta pada tahun ini dan menjadi 30 juta pada tahun 2030.

Menurut data resmi yang dicatat Aljazeera, dari penginapan, transportasi, oleh-oleh, makanan dan biaya jemaah lainnya menghasilkan pendapatan sekitar 12 miliar dollar AS atau setara dengan Rp175 triliun. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: