Warga Depok Dukung Rencana Penertiban Pasar Tumpah

tribunnewscom/indolinear.com
Kamis, 7 September 2017

Indolinear.com, Depok – Sejumlah warga Depok mengaku sangat mendukung rencana Satpol PP Pemkot Depok untuk menertibkan para pedagang kaki lima di pasar tumpah atau pasar kaget di tiga lokasi di Depok yang biasa digelar di setiap akhir pekan.

Sebelumnya Satpol PP Depok sudah menertibkan pasar tumpah di pintu masuk Perumahan Maharaja di Jalan Sawangan, Pancoran Mas, Depok.

Tiga pasar tumpah yang kemudian akan ditertibkan adalah pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya; pasar tumpah di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Cilodong; serta pasar tumpah di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

“Saya sangat mendukung sekali kalau pasar tumpah di Jalan Merdeka dan di lokasi lainnya ditertibkan. Saya harap secepatnya mereka ditertibkan, karena setiap usai pasar tumpah, lokasinya jadi kayak penampungan sampah. Dimana-mana sampah berserakan,” kata Herly, warga Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok.

Bahkan katanya tak jarang sampah di Jalan Merdeka yang berserakan sampai ke badan jalan itu, baru dibersihkan petugas pada Senin siang atau sore hari.

“Katanya Depok raih Adipura. Tapi kok sampah berserakan karena pasar tumpah, selalu dibiarkan berlama-lama di ruang publik. Aneh,” katanya.

Hal serupa juga kerap terjadi di kawasan Kota Kembang atau Grand Depok City (GDC) di Jalan Boulevard GDC, Cilodong, Depok dimana gelaran pasar tumpah selalu ada setiap akhir pekan.

“Karena bekas sampahnya sangat merusak pemandangan, saya mendukung sekali kalau pasar tumpah di GDC dilarang dan ditertibkan,” kata Mirna, warga Cilodong, Depok, Senin.

Menurut Mirna, aya heran, usai pasar kaget atau pasar tumpah, sampah yang ada tidak segera dibersihkan pedagang atau Pemkot Depok.

Sebelumnya Kasatpol PP Depok Dudi Miraz mengatakan setelah menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) pasar tumpah di pintu masuk Perumahan Maharaja di Jalan Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Minggu (3/9/2017), pihaknya akan menertibkan pasar tumpah lainnya di tiga lokasi di Depok yang biasa digelar di akhir pekan.

Tiga lokasi pasar tumpah yang kerap dipenuhi para PKL dan akan ditertibkan ke depannya, adalah pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya; pasar tumpah di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Cilodong; serta pasar tumpah di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Penertiban kata Dudi dilakukan karena para PKL menggunakan fasos fasum milik warga dan Pemkot Depok saat menggelar lapaknya, serta keberadaan pasar tumpah kerap dikeluhkan warga.

“Mulai dari sampah yang tersisa dan berserakan, sampai kesemrawutan dan kemacetan yang ditimbulkan. Semua itu dikeluhkan warga sebagai dampak adanya pasar tumpah di sana,” kata Dudi.

Namun sebelum penertiban dilakukan tambah Dudi pihaknya akan lebih dulu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dan melakukan cara persuasif agar para PKL tidak lagi menggelar pasar tumpah di tiga lokasi itu.

Namun jika membandel, pihaknya terpaksa melakukan penertiban dengan menyita serta mengamankan lapak para PKL. (Gie)