Wajar Jika Masyarakat Ingin Prabowo Dan Titiek Rujuk

detikcom/indolinear.com
Jumat, 10 Agustus 2018

Indolinear.com, Jakarta – Hubungan Prabowo Subianto dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) disorot masyarakat. Keduanya saling berbalas postingan foto nostalgia di Instagram. Gerindra memaklumi bila banyak pihak ingin keduanya rujuk setelah bercerai dua dekade silam.

“Wajar kalau masyarakat Indonesia menginginkan mereka berdua rujuk melihat perkembangan terkini, melihat respons positif Instagram keduanya agar rujuk. Mari doakan saja yang terbaik,” imbuh anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, dilansir dari Detik.com (09/08/2018).

Warganet terpantau Andre merespons positif postingan-postingan berkonten Prabowo dan Titiek. Partai Gerindra mengungkapkan hubungan Prabowo-Titiek terjalin baik.

“Bu Titiek dan Pak Prabowo punya hubungan yang baik selama ini. Silaturahmi beliau berdua terjalin. Kedua beliau berdua kan punya anak, Mas Didit (Ragowo Hediprasetyo). Jadi mereka baik,” kata Andre.

Prabowo-Titiek terpisah oleh perceraian pada 1998. Tak banyak cerita soal sebab-musabab perceraian kedua tokoh ini.

Setelah 20 tahun berlalu, kini keduanya menunjukkan kehangatan, meski lewat media sosial. Keduanya berbalas postingan foto nostalgia di Instagram.

Namun, Andre tak mau menduga-duga soal kemungkinan Prabowo-Titiek rujuk. Dia hanya meminta masyarakat mendoakan yang terbaik untuk Prabowo dan Titiek.

“Tapi soal apakah Pak Prabowo akan bersatu lagi Bu Titiek ya, itu berpulang pada jodoh ya. Tergantung beliau berdua. Kita nggak ada yang tahu,” sebutnya.

Andre kemudian menepis anggapan ‘rujuknya’ Prabowo-Titiek sebagai bagian dari ritual politik lima tahunan. Dia menyebut media baru mengekspos kehangatan keduanya jelang pemilu.

“Selama ini silaturahmi beliau berdua baik. Kan acara keluarga Cendana Pak Prabowo selalu datang. Kebetulan saja mengekspos jelang pemilu tiap lima tahun. Bukan diperbaiki tiap lima tahun,” ucapnya.

Dia menambahkan Prabowo bukan sosok yang suka pencitraan. Prabowo tak mungkin menjadikan isu rujuknya sebagai komoditas politik.

“Pak Prabowo bukan tipikal tokoh pencitraan. Beliau tokoh apa adanya. Jadi saya pastikan tidak ada niat jadi komoditas politik,” sebut Andre. (Uli)

%d blogger menyukai ini: