UKM Binaan Dinkop dan UKM Tangsel Ikuti Pameran Nusantara Handicraft

www.indolinear.com
Jumat, 8 September 2017

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bekerjasama dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) menggelar pameran Nusantara Handicraft Exhibition di Mall Bintaro Jaya Xchange mulai 6 hingga 17 September 2017.

Acara yang dibuka oleh Tari Anggrek khas Kota Tangsel dan Tari Tor Tor Sipitu Cawab asal Sumatera Utara ini juga menampilkan Demo Replika Brush dari Sumatera Utara, Demo Ukir Kayu dan foto bersama suku asmat serta menjual aneka produk-produk kerajinan unik.

Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Dinkop dan UKM Tangsel Dahlia Nadeak mengatakan, ini merupakan acara rutin yang telah berlangsung sebanyak enam kali. Selain itu bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan produk UKM Tangsel serta sebagai upaya peningkatan daya saing.

“Tentunya kegiatan ini dilaksanakan agar produk-produk asli Tangsel dapat mempunyai hasil yang berkualitas, supaya bisa terus berkelanjutan,” katanya saat membuka Nusantara Handicraft Exhibition di Mall Bintaro Jaya Xchange, Kamis 7 September 2017.

Lanjut Dahlia, sebanyak 10 UKM asal Tangsel ini menjual berbagai macam produk diantaranya produk fesyen mulai dari tas, jilbab, dompet, sepatu, pakaian, batik, handicraft dan kerajinan tangan lainnya.

“Pameran ini sangat bermanfaat bagi UKM, sebab bisa membuat jejaring yang luas dan diharapkan produk dapat dikenal secara luas. Selain itu, dengan adanya pameran ini kami berharap agar omzet para pelaku UKM meningkat sehingga meningkat pula kesejahteraan masyarakatnya,” paparnya.

Pameran ini sangat bermanfaat bagi UKM, sebab bisa membuat jejaring yang luas. Dari segi pemasaran para UKM bukan hanya menjual barangnya saja, tapi memamerkan yang nantinya mungkin akan berlanjut di kemudian hari, bukan saat itu saja.

Prosesnya jangka panjang. Biasanya didalam pameran hanya melihat-melihat. Namun kedepannya mereka bisa order dengan jumlah banyak.

Apalagi sekarang ini teknologi sudah semakin canggih. Para UKM bisa bertransaksi melalui internet. Mulai dari pemilihan barang hingga pembayaran cukup mudah menggunakan internet.

Makanya para UKM juga didorong untuk bisa membuka pasar online. Agar pada saat pameran ini ada tindak lanjutnya yang bisa dilakukan dengan jarak jauh.

10 UKM binaan Dinkop dan UKM Tangsel ini merupakan hasil seleksi. Hal ini dilihat dari produk dan kesanggupan para pelaku usaha dalam mendisplay produknya selama pameran berlangsung. Mereka juga harus bisa menawarkan barang-barang miliknya kepada pengunjung.

Nantinya para UKM ini juga akan mengikuti pameran diberbagai daerah lainnya. Sama seperti di Tangsel, banyak dari daerah lain seperti Sumatra Barat, Jogjakarta, Surabaya, Semarang dan lainnya yang ikut pameran di Bintaro X Change. Pastinya UKM Tangsel akan ikut pameran di daerah tersebut.

“UKM Tangsel bisa difasilitasi dengan baik melalui pameran ini. Harapannya kerajinan tangan buatan Tangsel bisa terkenal diberbagai daerah lain. Usahanya pun diharapkan bisa semakin berkembang, tidak hanya di Kota Tangsel melainkan di kota lainnya,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Bidang Promosi dan Perdagangan Asephi, Pieter Sumbung. Menurutnya, dengan total 60 UKM dari Jabodetabek, Banten, Rembang hingga Bali diharapkan agar produk yang dipasarkan dapat dikenal secara luas dan pelaku UKM bisa mendapatkan omzet sebanyak-banyaknya. (Adv)