UI Depok Tambah Dua Guru Besar Bidang Teknik

depoknewsid/indolinear.com
Sabtu, 2 September 2017

Indolinear.com, Depok – Universitas Indonesia telah mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknik (FT). Kedua guru besar itu adalah Prof. Paramita Atmodiwirjo, ST, M.Arch, MA, PhD dalam bidang Arsitektur dan Prof. Dr.Ir. Gandjar Kiwanto Sukismo, M.Eng dalam bidang Teknik Mesin.

Dalam pidatonya berjudul “Interioritas dalam Arsitektur untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Hidup”, Prof. Paramita memaparkan tentang pendekatan interioritas dalam Arsitektur yang dapat mendukung tercapainya well-being dalam masyarakat.

Interioritas tidak hanya berdasarkan keindahan visual melainkan juga mengedepankan manfaat serta memberikan kemudahan serta menjamin kesehatan dan keselamatan penggunanya.

“Tinjauan interioritas dalam arsitektur merupakan sebuah perspektif melihat arsitektur dari dalam (inside-out). Interioritas dari ruang arsitektur dapat dipahami dengan meninjau keterhubungan antara ruang dengan tubuh manusia penggunanya,” katanya.

Dirinya menekankan perlu dibangunnya kesadaran mengenai interioritas dimana cara merancang arsitektur tidak lagi hanya menggunakan pendekatan berbasis intuisi semata melainkan menggunakan pendekatan saintifik berbasis riset demi mendukung well-being penggunanya.

Ia mengusung pendidikan arsitektur yang didukung dengan pembelajaran melalui proses mengalami ruang secara nyata.

Melalui pembelajaran arsitektur yang berorientasi pada pencapaian well-being, pendidikan arsitektur akan memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran praktik merancang yang lebih bermakna bagi peningkatan kualitas hidup manusia penggunanya.

Sementara itu Prof. Gandjar menyampaikan pidato bertajuk “Pengembangan Kemampuan Manufaktur Produk Kompleks : Suatu Inovasi, Optimasi dan Otomasi Proses”.

Menurut Prof. Ganjar, semakin berkembangnya dunia industri manufaktur khususnya bidang otomotif, office/home appliances, electronics dan computers, termasuk smartphones/gadgets maka untuk memenangkan persaingan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar perlu dipenuhi lima aspek.

“Antara lain aspek peningkatan kualitas produk, peningkatan kecepatan delivery, penurunan biaya produksi, diversifikasi/variasi produk, dan pemenuhan Health, Safety and Environment,” terangnya.

Menurutnya dalam pengembangan manufaktur produk kompleks baik yang mencakup bentuk (part shape), dan ukuran (part dimension and tolerance), maupun jumlah (part count) maka diperlukan penelitian dan pengembangan yang meliputi tiga aspek yaitu inovasi, optimasi dan otomasi proses.

“Ketiga aspek tersebut dapat dilakukan secara terpisah, maupun berkaitan satu dengan lainnya, seperti inovasi melalui optimasi, inovasi melalui otomasi, optimasi melalui otomasi, dan otomasi dengan optimasi. Melalui inovasi, optimasi dan otomasi proses, pengembangan manufaktur produk kompleks dapat direalisasi dan lebih dapat memenuhi lima aspek yang dibutuhkan agar industri mampu bersaing,” tandasnya. (Gie)