Turunkan Angka Kematian, Dinkes Tangsel Gelar Koordinasi PPIA

sophie/indolinear.com
Sabtu, 14 April 2018

Indolinear.com, Tangsel –  Menurut Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 36 tahun 2009 tentang pelayanan Kesehatan Ibu yang bertujuan untuk menurunkan kematian ibu dan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Koordinasi Lintas Sektor Tentang Pencegahan Penularan HIV, Hepatitis B dan Sifilis dari Ibu ke Anak (PPIA).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Kota Tangsel, pada Kamis 12 April 2018 ini dihadiri sekitar 150 orang. Turut dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Direktur RS Umum dan RS Swasta di Kota Tangsel, Ketua Cabang dan Ketua Ranting beserta anggota IBI se-Kota Tangsel, Para pimpinan Klinik Swasta, Organisasi Profesi terkait, Ketua FOPKIA, Forum Anak dan P2TP2A.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan,tujuan pelayanan ibu hamil yang berkualitas adalah mendeteksi secara dini kelainan yang ada pada ibu hamil maupun janinnya, termasuk terhadap penyakit infeksi menular seksual (IMS) yakni, HIV, Hepatitis B dan Sifilis, sehingga bila cepat diketahui, maka dapat dilakukan intervensi sedini mungkin.

Upaya pencegahan penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak, harus terintegrasi antara layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) dan layanan pencegahan sifilis kongenital serta Hepatitis B dengan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui pelayanan ibu hamil terpadu baik di tingkat pelayanan dasar maupun rujukan.

“Saya berharap layanan terpadu ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit maupun praktek perorangan lainnya. Dengan pelayanan bagi ibu hamil yang terpadu, merupakan upaya terpenting dalam penurunan AKI dan AKB,” harapnya.

Untuk mencapai keberhasilan penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita menurut Airin perlu kerjasama dan peran serta aktif lintas sektor, profesi, akademisi, masyarakat, keluarga, lembaga swadaya masyarakat dan donor agencies serta swasta.

“Inovasi dan penerapan upaya pencegahan penularan penyakit dari ibu ke anak ini ini bisa dirasakan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di semua fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tangsel. Untuk itu, saya harap kita semua bisa bergandengan tangan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di kota Tangsel,” jelas Airin.(sophie)

%d blogger menyukai ini: