Tingkatkan Perekonomian Panen Padi Di Lahan Bekas Kebakaran Meningkat

pixabaycom/indolinear.com
Rabu, 6 September 2017

Indolinear.com, Kalimantan Tengah – Masyarakat Desa Terusan Mulya melakukan panen raya padi di lahan bekas kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Panen raya dihadiri Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat dan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Harmensyah.

Lahan seluas 50 hektar ini pernah terbakar pada tahun 2015 silam. Kemudian menjadi demplot percontohan budaya tanaman padi varietas unggul baru, program pemberdayaan sosial ekonomi produktif dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tahun 2017.

Penanaman padi tersebut menggunakan bantuan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi bencana dari BNPB sebesar Rp 276 juta. Kemudian disalurkan kepada 25 KK anggota kelompok masyarakat (Pokmas) untuk pengolahan lahan, pengadaan bibit, penanaman dan pemupukan. Masing-masing pokmas mengolah lahan seluas 2 hektar dan menanaminya dengan padi hibrida varietas unggul dengan umur sekitar tiga bulan.

Panen raya ini menghasilkan padi 6 sampai 8 ton per hektar, lebih banyak dari panen sebelumnya yang hanya 3 ton per hektar, dengan harga Rp 5 juta perton.

Deputi RR BNPB Harmensyah menyampaikan bahwa dimasa datang akan diusahakan ada pendampingan ekonomi, peternakan dan sektor lainnya.

“Ini sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat dalam meningkatkan sosial ekonomi masyarakat, khususnya warga Desa Terusan Mulya ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut masyarakat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Selain bantuan dana hibah tersebut, BNPB juga memberi bantuan dana hibah untuk perbaikan jalan dan tanggul penahan banjir senilai Rp 17 miliar. Tanggul itu ditujukan untuk menjaga hasil panen padi agar tidak kebanjiran di enam kecamatan, antara lain daerah Bataguh, Dadahub, Basarang, Kapuas Hilir, Tamban dan Pulau Patak. (Gie)