Tim Pelajar Indonesia Juara 3 Olimpiade Iptek di Moskow

tribunnewscom/indolinear.com
Kamis, 14 September 2017

Indolinear.com, Moskow – Tim pelajar DKI Jakarta menjadi juara ketiga dalam the 2nd International Olympiad of Metropolises di Moskow.

Event yang berlangsung tanggal 4-9 September 2017 ini diikuti oleh sekitar 400 orang peserta dari 36 kota dunia, 26 negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Muhamad Husin, Ketua Tim yang juga pendamping Tim Pelajar DKI Jakarta mengatakan para pelajar mendapat banyak pengalaman berharga.

“Mereka dapat berpikir kritis, seperti keberanian berdebat dengan juri saat moderasi karena nilai yang diberikan dianggap keliru. Selain itu, makna Olimpiade sangat menarik, yaitu setiap peserta bukanlah musuh, tetapi teman di masa depan,” kata Husi saat bertemu Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi di Moskow, Sabtu (9/9/2017).

Tim Pelajar DKI Jakarta menempati posisi ketiga bersama beberapa kota lainnya, seperti Istanbul, Budapest, Zagreb, Chengdu, Leipzig dan Riga.

Posisi pertama diraih oleh Moskow, Hong Kong dan Shanghai. Sedangkan posisi kedua ditempati St. Petersburg, Krakow, Minsk, Sofia dan Belgrade.

Dubes Wahid menyampaikan kehadiran tim Pelajar DKI Jakarta tidak hanya membawa nama baik Jakarta, tertapi juga bangsa Indonesia.

“Apa yang dilakukan para pelajar juga merupakan bagian dari diplomasi, karena diplomasi tidak hanya dilakukan para diplomat”, kata Dubes Wahid.

Tim Pelajar DKI Jakarta terdiri dari 8 peserta berasal dari berbagai sekolah di Jakarta, yaitu SMAK 5 BPK Penabur, SMA Negeri 8, SMANU MH Thamrin, SMA Kolese Kanisius dan SMA Santa Ursula.

Suhu udara di Moskow yang agak dingin di musim gugur ini yang rata-rata 15 derajat Celsius tidak menghalangi semangat mereka untuk berlomba. Hebatnya, semuanya mendapat medali, 2 perak dan 6 perunggu.

Medali perak dipersembahkan oleh Jason Jovi Brata untuk katagori Fisika dan Rendy Wijaya untuk Kimia. Sementara medali perunggu dipersembahkan oleh Prawira Satya Darma (Fisika), Filbert Fedinand dan Kristoforus Jason (Matematika), Muhammad Ariqsyah Indra (Kimia), Inigo Ramli dan Rania Rusdy (Informatika).

“Banyak peserta yang sudah memiliki pengalaman di berbagai Olimpiade sehingga mereka terlihat siap berlomba. Kita perlu persiapan yang lebih banyak lagi untuk lomba seperti ini di masa mendatang,” kata Inigo Ramli, salah seorang peserta Tim Pelajar DKI Jakarta.

DKI Jakarta merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Kota-kota lain peserta Olimpiade adalah Abu-Dhabi, Almaty, Astana, Baku, Banja Luka, Belgrade, Bishkek, Bratislava, Budapest, Wina, Gaborone, Hanover, Hong Kong, Düsseldorf, Zagreb, Jerusalem, Krakow, Leipzig, Lima, Luoyang, Milan, Minsk, Moskow, New-Delhi, Beijing, Riga, Roma, St. Petersburg, Sofia, Istanbul, Tallinn, Tel-Aviv, Helsinki, Chengdu dan Shanghai.

Hubungan dan kerja sama antara Jakarta dan Moskow berkembang dengan baik, tidak hanya antara Istana Merdeka dengan Kremlin, tetapi juga antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Moskow, karena Jakarta dan Moskow telah memiliki kerja sama antar provinsi (sister province).

Pada awal Agustus 2017 lalu dalam kunjungan ke Moskow, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Walikota Moskow Sergey Sobyanin menandatangani Memorandum Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Moskow Periode 2017-2019.

Selain pertemuan dengan Duta Besar di KBRI Moskow, Tim Pelajar DKI Jakarta berbaur dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Rusia karena pada saat bersamaan diselenggarakan acara perkenalan pejabat baru KBRI Moskow, pertemuan dengan diaspora Indonesia dan sekaligus pembubaran panitia Festival Indonesia 2017.

Hampir seminggu berada di Moskow, kerinduan Tim Pelajar DKI Jakarta terhadap masakan Indonesia terpenuhi dengan adanya sajian hidangan makan siang, seperti soto ayam dan sate. Mereka juga menyaksikan kepiawaian orang-orang Rusia dalam membawakan tarian-tarian daerah Indonesia. (Gie)

 

%d blogger menyukai ini: