Tersisa 56 Kursi  SMPN 1 Bekasi Buka Pendaftaran Lagi

Tribunnewscom/indolinear.com
Sabtu, 15 Juli 2017

Indolinear.com, Bekasi – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bekasi kembali membuka PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) tahap kedua per 14 Juli 2017.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi Senin, (10/7/2017), mengemukakan, sekolah rujukan ini sengaja kembali membuka PPDB karena masih menyisakan 56 kursi.

Berbeda dengan sebelumnya saat PPDB dibuka secara online, menurut Krisman PPDB tahap kedua ini dibuka secara manual.

“Pendaftaran tahap kedua dibuka untuk memenuhi kuota rombel (rombongan belajar),” kata Krisman di Plaza Pemkot Bekasi.

Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas.

Menurut dia, SMPN 1 yang dulu berstatus sebagai sekolah bertaraf internasional itu memiliki kuota siswa mencapai 360 orang.

Namun saat proses PPDB berlangsung, hanya 304 siswa saja yang terjaring dalam proses penyeleksian sehingga pihaknya membuka kembali penerimaan siswa tahap kedua untuk memenuhi rombel yang tersedia.

“Jumlah pendaftar tidak mencapai kuota di jalur umum atau peserta yang kompetisinya menggunakan nilai. Kami sudah menyiapkan 82 kursi bagi calon pelajar dalam kota tapi banyak calon siswa yang gugur karena masalah standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, standar yang dimaksud adalah besaran nilai rapot karena Peraturan Menteri Pendidikan, menyatakan, syarat nilai rapot dan ujian nasional siswa minimal memiliki rata-rata 7,7.

Mengacu kepada aturan tersebut, banyak calon siswa yang gugur saat proses penyeleksian tersebut. “Banyak yang gugur karena persoalan nilai rapot yang lebih rendah,” katanya.

Berdasarkan pengalaman itu, pihaknya mulai mempertimbangkan nilai rata-rata di bawah 7,7 namun dengan memprioritaskan pendaftar yang berdomilisi di Kecamatan Bekasi Timur, karena zona sekolah itu berada di wilayah tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menambahkan, jumlah lulusan SD dan madrasah pada tahun ini mencapai 42.989, sedangkan kuota sekolah negeri di 49 sekolah mencapai 15.304 dengan masing-masing rombel 40 siswa. Sementara yang calon mendaftar mencapai 24.303 siswa. (Gie)