Terpilih Menjadi Ketua KPPI, Siti Chadijah Ajak Perempuan Tampil Di Ruang Publik

dedi/indolinear.com
Rabu, 20 Desember 2017

Indolinear.com, Tangsel – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh elemen perempuan di wilayahnya dapat aktif dalam menjadi pelopor dalam kontribusinya mewujudkan hak-hak politik kaum wanita di masa mendatang, khususnya di Kota Tangsel.

Ketua Umum Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Siti Chadijah mengatakan, saat ini di parlemen, perwakilan perempuan masih sangat terbatas, oleh karenanya di masa yang akan datang kader-kader perempuan harus berani tampil.

“Harapannya dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik,  juga meningkatnya jumlah perempuan di lembaga legislatif maupun eksekutif,” kata Siti Chadijah saat ditemui di Kantor DPRD Kota Tangsel, Rabu (20/12/2017).

Tapi, yang lebih penting dari itu kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, tampilnya perempuan di ruang publik untuk memperjuangkan aspirasi dan pemberdayaan perempuan serta ketahanan keluarga.

Chadijah mengatakan, saat ini KPPI adalah wadah kaum ibu kader partai yang siap berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Dan di momen hari ibu ini juga bisa dimaknai sebagai hari untuk memperjuangkan Indonesia yang adil dan makmur, karena hari Ibu di Indonesia berbeda dengan mother days di luar negeri,” ujarnya.

Chadijah menjelaskan, hari ibu di Indonesia lahir dari kongres perempuan Indonesia yang terinspirasi dari kongres pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda.

“Jadi, hari ibu di Indonesia lebih bermana perjuangan kaum ibu untuk meraih kemerdekaan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini jumlah keterwakilan perempuan di parlemen Kota Tangsel baru 12 orang atau 24 persen dari total anggota dewan. Hal itu patut disyukuri karena di daerah lain jumlahnya masih di bawah itu.

“Yang penting bukan hanya jumlah keterwakilannya saja, namun lebih dari itu ada peran strategis anggota dewan perempuan dalam mengadvokasi masalah perempuan seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan  pemberdayaan perempuan serta keluarga,” ujarnya.

Pada 20 November 2017 kemarin, bertempat di Gedung Serbaguna Bumi Serpong, Jalan Benda Raya Pamulang 2, Kota Tangsel Ketua KPP (Kaukus Perempuan Parlemen) Provinsi Banten, Sri Hartati melantik pengurus KPPI Kota Tangsel yakni Chadijah sebagai ketua KPPI Kota Tangsel (dari PKS), Nunung (dari Golkar) Wakil Ketua, Dewi Hasyim Sekretaris Jendral (dari Gerindra), dan Ledy Butar Butar sebagai Bendara (dari PDIP).

Di tempat yang sama, Sri Hartati juga melantik Made Laksmi Pusparini (dari PDIP) sebagai Ketua KPP Kota Tangsel, dan Siti Chadijah (dari PKS) sebagai Dewan Pembina.

Setelah terpilih, Chadijah langsung koordinasi dengan pimpinan partai politik agar mengutus dua kader perempuan menjadi pengurus KPPI Kota Tangsel.

“Saat ini tinggal menyusun kepengurusan dan ini sudah hampir selesai. Selanjutnya kita akan undang semua (anggota-red) dalam rapat akbar pengurus sekaligus pelatihan kader perempuan politik pada awal tahun depan,” ungkapnya.

Chadijah menjelaskan, anggota legislatif perempuan semua adalah pengurus KPPI, mereka menjadi wakil ketua yang secara ex officio adalah ketua Bidang. Insya Allah di 2018 masing-masing bidang akan melaksanakan kegiatan untuk peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan.

Diakui, perjuangan perempuan mendapatkan hak politik tidak mudah diraih. Karena itu, kaum perempuan harus semakin menunjukkan eksistensinya dalam kancah politik.

“Tingkat partisipasi politk harus meningkat dan memenuhi kuota 30 persen di parlemen. Di ruang publik lain kaum perempuan juga harus tampil,” tegasnya.(ded/fin).

%d blogger menyukai ini: