Tangsel Berangkatkan Kloter 52 JKG Dari Pamulang

sopy/indolinear.com
Jumat, 10 Agustus 2018

Indolinear.com, Tangsel – Kloter 52 Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 100 jamaah asal Kelompok Bimbingan Indah Haji (KBIH) Al Mujahidin Pamulang Tangsel dilepas Kamis, 9 Agustus 2018  pagi. Kloter gelombang kedua termasuk kloter gabungan, dengan jamaah asal Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Sekda Kota Tangsel, Muhamad jelang pelepasan jamaah menyampaikan agar tetap jaga kesehatan baik jasmani dan rohani. Sangat perlu dijaga untuk menjalankan ibadah haji supaya lancar tidak ada gangguan sehingga ibadah dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Maka kami berharap bapak dan ibu menjaga kesehatan jasmani dan rohani sejak keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci Mekah. Supaya selama perjalanan ibadah di sana lebih khusuk,” katanya.

Jamaah yang saat ini berangkat termasuk beruntung. Sebab calon jamaah haji yang baru daftar per detik ini harus melalui masa tunggu selama 17 tahun lamanya. Hal ini terjadi karena peminat begitu banyak, sementara kuotanya terbatas. Maka para jamaah haji kloter 52 JKG Tangsel termasuk benar-benar punya milik yang baik.

“Bapak ibu beruntung sejak 2011 hingga 2018 hanya menunggu selama 8 tahun saja sudah bisa berangkat. Karena sekarang sudah 17 tahun masa tunggunya calon haji pada hari ini baru mendaftar,” tambah ia.

Kepala Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak menyampaikan total jamaah 2018, 1.135 orang hanya saja sebanyak 980 yang diberangkatkan dari kota Tangsel. Sebagian yang  lain ada yang mutasi ke berbagai daerah di Indonesia biasanya berangkat bareng saudara dan sanak family.

Jamaah asal Tangsel dibagi menjadi 4 kloter, kloter 29 dan 35 terisi full jamaah asal Tangsel. 2 kloter sisanya yakni 52 dan 63 gabungan dengan jamaah haji asal daerah lain di Banten. Total jamaah haji se Banten,  9420 ribu.

“Bapak ibu boleh mutasi jika ingin berangkat dengan saudara di daerah. Untuk kloter 52 JKG berangkat 9 Agustus dijadwalkan balik ke Tanah Air pada 21 September mendatang. Kloter ini campuran dari jamaah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang,” katanya.

Mengapa harus memakai kloter campuran, karena jumlah jamaahnya kurang, hanya 100 jamaah. Untuk petugas haji pun dibagi masing-masing daerah yakni Ketua Kloter Asep dan Sutarman berasal dari Tangsel sedangkan tim pembimbing haji berasal dari Kota Tangerang dan Tim Kesehatan Haji Daerah juga berasal dari Kota Tangerang.  “Bapak ibu tidak perlu khawatir sudah ada petugasnya semua. Karena ini gabungan jadi ada pembagian tugas masing -maaing dari daerah lain,” tambah ia.

Rojak menegaskan haji tahun ini lebih ringan dibanding pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak faktor peningkatan pelayanan kepada jamaah. Dengan demikian perjalanan Tahun ini lebih ringan dan lebih mudah karena ada peningkatan pelayanan. Baik perekaman biometrik imigrasi sidik jari dan sebagainya.

“Termasuk soal makan di Mekkah 40 kali jika dibandingkan tahun lalu hanya 20 kali. Maka bapak ibu tidak perlu pusing dan memikirkan soal makan yang penting ibadah sambil mendoakan banga Indonesia, masyarakat Tangsel,” pesannya. (Sopy)

%d blogger menyukai ini: