Tanggapan Kabag Kusnadi Soal Harga Stand di PRB

beritabekasicoid/indolinear.com
Senin, 4 September 2017

Indolinear.com, Cikarang – Kusnadi, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Ekonomi pada Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi mengatakan hasil sewa stand dan penjualan karcis Pekan Raya Bekasi (PRB), tidak masuk kas daerah. Melainkan menjadi keuntunganCV.Keyza Pratama Kreasi (KPK) sebagai Event Organizer (EO) .

“Sewa stand boleh, karenakan tidak dibiayai oleh kita, hasil tender pemenang hanya membiaya stand kecamatan,”katanya.

Anggaran yang digelontarkan APBD dalam gelaran PRB yang diselenggarakan di Komplek GOR Wibawa Mukti, Cikarang, hanya untuk membiayai stand stand bagi kecamatan dan panggung, namun untuk stand yang berada diluar itu dibiayai oleh EO sendiri.

Hasil sewa dari stad juga biaya karcis tidak masuk ke pemerintah malainkan ke EO sebagai penyelenggara.

“Itukan kreasi dia (EO), yang penting mah semua bisa jalan, karcis juga gak masuk ke kita,” ujarnya.

Disinggung banyak taman yang rusak, Kusnadi mengaku itu ditanggung oleh CV.KPK sebagai penyelenggara dan itu sudah masuk dalam perjanjian kesepakatan meski tidak masuk dalam RAB.

“Kalau taman banyak yang rusak, EO yang tanggungjawab. Memang gak ada dalam RAB, tapi iti sudah hasil rapat dengan EO,” pungkasnya.

Keterangan Kabag justru berbeda dengan Kasubag Sarana Perekonomian pada Bagian Administrasi Ekonomi, Rasmin.

Rasmin mengungkap, biaya yang dipinta setiap stand Pemda kisaran Rp.10 juta, sedangkan stand yang berada diluar (umum) dikenakan dengan tarif Rp.3 juta sampai Rp.5 juta.

“Kalau pemda yang didalam 10 (juta) kalau yang diluar 3 (juta) sampai 5 (juta) tergantung strategisnya. Saya ngikutin yg lama-lama yang penting masuk akal,” ungkap Rasmin yang juga PPTK pada kegiatan PRB tersebut. (Gie)

%d blogger menyukai ini: