Strategi Pemkot Berikan Warga Pengamanan dan Kenyamanan Di Musim Mudik

Indolinear.com, Tangsel – Menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah, banyak hal yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warganya. Tidak semata pengamanan karena mayoritas warga Tangsel kemungkinan besar mudik, Pemkot juga berusaha memastikan agar tidak ada lonjakan harga kebutuhan bahan pokok akibat kelangkaan komoditas di pasar yang ada di Kota Tangsel.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyampaikan pada umumnya di bulan Ramadan terjadi lonjakan harga karena permintaan pasar meningkat, sehingga mempengaruhi kondisi stok barang yang ada di pasar. Solusinya kata Airin, Pemkot Tangsel turun langsung untuk memastikan ketersediaan stok komoditas tetap tersedia dan cenderung melimpah. Jika stok berbagai kebutuhan akan jenis barang cukup, lonjakan harga diyakini oleh Airin dapat diminimalisir.

“Solusi jangka panjang Pemkot Tangsel memaksimalkan urban farming untuk komoditas cabe, dan sayur-sayuran. Jika ini dimaksimalkan di semua kecamatan, mampu menekan inflasi di pasaran karena permintaan tidak melonjak cukup memanen hasil tanaman sendiri,” tuturnya.

Walikota Airin juga mengungkap bahwa pihaknya terus memberikan informasi kepada masyarakat secara berkala mengenai ketersediaan bahan pokok yang ada di Tangerang Selatan. Ini bertujuan agar warga mendapat patokan harga riil di seluruh pasar yang ada di Kota Tangsel.

“Hal ini juga dilakukan sebagai pencegahan inflasi dan juga mengendalikan harga kerjasama dengan bulog atau pihak – pihak yang ingin berpartisipasi selama bulan Ramadhan,” ungkap Airin.

Walikota Tangsel ini menambahkan kegiatan rutin tahunan seperti bazaar di setiap Kecamatan untuk masyarakat yang memang membutuhkan bahan pokok jelang puasa hingga lebaran juga akan segera terlaksana. Dengan begitu, masyarakat kecil menengah yang ada di Kota Tangsel dapat terbantu dengan harga di bazaar yang tentu relatif lebih murah dengan kualitas yang terjaga.

Ditambahkan Wakil Walikota Tangsel H Benyamin Davnie, prediksi tahun ini akan banyak penduduk Tangsel yang mudik lebaran. Salah satunya karena libur Idul Fitri tahun 2018 ini cukup panjang. Atas kondisi ini juga terang Benyamin, sudah menjadi catatan dan kewajiban bahwa RT dan RW akan dimintakan untuk mendata rumah yang ditinggal mudik warganya, selanjutnya ini akan ditangani oleh Lurah dan Camat.

“Jika sudah diketahui rumah yang kosong diwilayah mana saja, maka akan dilakukan patroli. Tentunya yang terdepan adalah aparat kepolisian dibantu dengan aparat pemerintahan yaitu Satpol PP kemudian tenaga kemamanan di perumahan itu sendiri, ditambah tenaga berlapis seperti Babinkamtibnas,” papar Benyamin.

Minimalisir kejahatan yang mungkin terjadi selama Idul Fitri, Benyamin menghimbau agar warga mengamankan barang-barang berharga yang ada di dalam rumah saat warganya melaksanakan mudik. Warga juga harus mematikan listrik sebagai antisipasi agar tidak terjadi konsleting listrik. Kemudian bagi yang mempunyai binatang peliharaan agar dititipkan ke Pet Shop.

“Sesuai dengan himbauan Menteri Perhubungan RI masyarakat yang mau mudik agar motornya dititipkan melalui kereta api. Kita juga mendata para perusahaan yang menyelenggarakan mudik gratis, tentunya sebelum keberangkatan akan di cek kelayakan bus tersebut,” bebernya.

Bahkan kata Benyamin, seluruh bus yang Pool nya ada di Tangsel akan di cek oleh Dinas Perhubungan untuk di tes apakah layak jalan atau tidak.

“Kita juga sudah minta kepada Dinas Kesehatan agar Puskesmas tetap buka 24 jam. Bahkan kita sedang pikirkan apakah perlu buka posko atau tidak,” jelasnya.

Benyamin juga menghimbau para warga agar tidak memasang petasan. Sebab tradisi yang sering terjadi diwarga Tangsel ini adalah perang petasan antar kampung. Dihimbau agar jangan menyalakan petasan, sebab akan sangat berbahaya jika dilakukan.

“Untuk mengantisipasi kecelakaan dan mengurangi resiko, kita juga menghimbau agar warga tidak melakukan takbir keliling menggunakan kendaraan terbuka. Lebih baik takbir di masjid masing-masing,” ungkapnya.

Sementara, menurut Kasat Reskrim Polres Tangsel Alexander Yuriko, kepolisian sejak Ramadhan pertama sudah melalukan patroli utnuk pengamanan di seluruh wilayah Tangsel.

“Semua Personel Polres Tangsel dengan ranah tugasnya masing masing kami libatkan untuk melakukan pengamanan.  Setiap harinya secara bergantian petugas melakukan patroli di tempat-tempat yang sekiranya akan terjadi tindak pidana,” kata Alex.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama musim mudik lebaran Polres Tangsel akan melakukan Patroli Represif. Sebab, akan banyak rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik.

Selain pengamanan jelang mudik, Pemkot Tangsel juga berupaya menekan harga kebutuhan pokok masyarakat jelang lebaran. Melalui Dinas Perindustrian Kota Tangsel akan menggelar bazar di tujuh kecamatan. Acara tersebut bakal di lakukan pada 7 Juni 2018 mendatang secara serempak.

Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan upaya menekan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui bazar melalui leading sector Disperindag. Upaya ini cukup efektif dilakukan setiap tahunnya.

“Jelang lebaran harga mahal ini salah satu upaya dalam menekan harga kebutuhan pokok agar ada keselarasan antara supply dan demand,” katanya.

Sedikitnya akan ada 4500 paket yang baru direncanakan saat ini yang disediakan dalam bazar nanti. Isi paket bervariasi tapi lebih pada kebutuhan beras, minyak, gula dan lain-lain. Adapun harga akan diberikan semurah mungkin dengan sistem subsidi misalnya dari harga seratus persen mendapatkan potongan menjadi lima puluh persen.

“Kami menggandeng dan melibatkan banyak pihak. Disperindag sebagai motor penggerak kegiatan baik dari pelaku usaha dan dinas,” tambahnya.

Yang akan terlibat di antaranya Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, Alfamidi, BJB dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill. Para mitra akan membuka stand masing-masing. Disperindag juga akan kerjasama dengan para kecamatan untuk menentukan masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Prioritasnya untuk warga yang membutuhkan untuk itu kerjasama dengan pihak kecamatan yang mengetahui warganya. Jika tidak dibatasi dikhawatirkan warga yang mampu ikut membeli. Kita memberikan kepedulian bagi mayarakat kurang mampu. Sebab, bulan Ramadhan harga semua pada naik,” tukas ia.

Sebelumnya Disperindag Tangsel sudah menggelar inspeksi dadakan (sidak) gabungan untuk meningkatkan pengawasan di pasar dan supermarket.

“Sebetulnya ini merupakan kegiatan rutin yang sering dilaksanakan, karena kebetulan Ramadhan jadi kita lebih meningkatkan pengawasan ini,” kata Maya Mardiana.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dengan instansi terkait seperti BPOM Banten, DKP3 Tangsel, Labkesda Tangsel dan Polres sebagai satgas pangan.

“Kita sama-sama satu tim turun ke lapangan untuk melihat kondisi dari stabilisasi harga pasar. Kemudian kami juga mengambil sampel untuk  keamanan bahan pangan dari zat berbahaya,” jelasnya.

Menurut Maya, pihaknya memantau hampir setiap hari dengan sistem Pagar Tangsel. Disperindag  memantau ke lapangan setiap hari secara langsung ke beberapa pasar yang ada di Tangsel.

“Harganya hampir sama dengan yang ada di Pasar Tangsel, hanya ada kenaikan sedikit. Kenaikannya dibawah dari 5 persen,” terangnya.

Misalnya kenaikan pada cabe merah semula harga Rp 36 ribu menjadi Rp 40 ribu per satu kilogram. Untuk beras, gula pasir dan minyak masih dibawah harga eceran tertinggi yang ditetapkan Kementrian Perdagangan. Misalnya beras premium ditetapkan 12.800 di Tangsel masih 12.000.

“Ayam broiler ada kenaikan sekitar 2.300 rupiah. Harga tertinggi sebesar Rp 40 ribu. Sudah hampir seminggu harga ayam ini naik,” bebernya.

Sementara, Dinas Kesehatan Kota Tangsel berencana akan membuat Posko Lebaran saat musim mudik seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk meminimalisir potensi kecelakaan serta masalah kesehatan lainnya.

Adanya Posko Lebaran Dinas Kesehatan Tangsel ini bertujuan untuk terselenggaranya pengendalian penyakit dan faktor resiko kesehatan pada arus mudik untuk menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat kecelakaan.

“Rencana titik Posko Lebaran akan berada di Mall WTC, Perempatan Muncul, Pamulang Square, Fly over Ciputat dan Indika Bintaro. Masing-masing Posko dengan 2 paramedis dan 1 sopir ambulance. Mobil Ambulance lengkap dengan obat-obatan,” ungkap drg Una Rahmadona, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Rencana jadwal jaga posko lebaran tahun ini mulai dari 8 Juni hingga 23 Juni 2018 yang dibagi menjadi 2 hingga 3 shift. Posko ini juga berfungsi untuk mengatasi kesulitas akses pemudik terhadap pelayanan kesehatan.

“Untuk UGD, rawat inap dan persalinan di  Puskesmas Tangsel tetap buka 24 jam. Sedangkan untuk rawat jalan beroperasional sesuai dengan libur nasional. Dokter akan standby di Puskesmas Rawat Inap,” jelasnya.(ADV)

Informasi seputar Kota Tangsel lainnya, klik https://tangerangselatankota.go.id

%d blogger menyukai ini: