STKIP Pelita Pratama Lepas 172 Peserta KKM

radarbantencoid/indolinear.com
Rabu, 6 September 2017

Indolinear.com, Serang – Sebagai salah satu usaha untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembangunan di wilayah Provinsi Banten, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan (STKIP) Pelita Pratama lepas 172 peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Penglepasan dilakukan di kampus STKIP Pelita Pratama yang berlokasi di Jalan Raya Trip Jamaksari, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Ketua STKIP Pelita Pratama Puput Puspito Rini mengatakan, pelaksanaan KKM STKIP Pelita Pratama tahun akademik 2016/2017 merupakan kegiatan intrakurikuler yang secara operasional ditangani oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pelita Pratama Tahun Akademik 2016/2017. “Kita hari ini lepaskan peserta KKM 2016/2017 sebanyak 172 peserta yang akan di Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, akan disebar di tiga desa seperti Desa Citeras, Desa Nameng, Desa Mekarsari,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Puput ini menjelaskan, tujuan dilaksanakannya KKM menumbuhkan motivasi peran semua masyarakat dalam meningkatkan SDM dengan memanfaatkan potensi yang ada. Memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat untuk peduli terhadap situasi nyata di lapangan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. “Utamanya mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembangunan khususnya di wilayah Provinsi Banten,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada pelaksanaan KKM akan mengungggulkan dua program yaitu bidang kesehatan dengan sunatan massal dan yang kedua bidang olahraga futsal, bidang futsal juara satu akan diberi hadiah kuliah gratis di STKIP Pelita Pratama. “Khitan massal gratis dari tiga desa tersebut dan futsal siapa pun yang juara akan kita berikan kuliah gratis di STKIP Pelita Pratama,” katanya.

Kecamatan Rangkas dipilih sebagai tempat KMM STKIP Pelita Pratama karena ia lihat daerah tersebut dinilai masih harus didukung. “Tiga daerah ini mereka tahu program pemerintah atau perkembangan, tapi secara emosional kurang, kita punya misi khusus di sana,” paparnya.

Salah satu peserta KKM, Nisa Fitriani mengatakan, selain program unggulan, dirinya bersama kelompok KKM akan mengajar keagamaan. “Hari pertama kita akan lakukan sosialisasi program kita, dan baru hari kedua kalau program kita diterima kita akan lakukan KKM seperti keagamaan,” katanya.

“Kalau ada yang tidak bisa ngaji kita akan ajarkan ngaji, pembelajaran agama, selain program sunatan massal dan futsal itu,” tandasnya. (Gie)

Tag Terkait: