Runner Up Miss World 2015 Maria Bangun Yayasan Sekolah

bantennewscoid/indolinear.com
Minggu, 6 Mei 2018

Indolinear.com, Pandeglang – Runner up Miss World 2015 Maria Harfanti membentuk  Yayasan Bangun Sekolah Indonesia. Yayasan yang dibentuk oleh Maria ini sebagai wujud kepedulian dalam memajukan pendidikan. Kali ini bekerjasama dengan PT Indo Kordsa Tbk memiliki program pertamanya adalah membangun SMP Insan Muda Mulia di Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Harfanti mengatakan bahwa kondisi sekolah sangat buruk dan kurangnya buku pelajaran. “Banyak siswa yang tidak dapat menikmati kondisi ruang kelas, kurangnya buku juga menghambat proses kegiatan belajar mengajar,” kata dara dari Yogyakarta setelah meletakkan batu pertama pembangunan SMP Insan Muda Mulia, Jumat (4/5/2018).

Dia pun menceritakan awal mula rencana renovasi sekolah yang rusak itu. Meski letaknya memang tidak jauh dari Jakarta, rupanya banyak sekolah di sana kondisinya sungguh memprihatinkan.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendukung kualitas mutu pendidikan adalah ruang kelas serta buku-buku yang memadai. Maria juga memperhatikan secara detail apa yang dibutuhkan di setiap sekolah yang akan direnovasi.

Untuk meningkatkan kualitas sumber pengajaran, pelatihan guru juga akan dilakukan untuk setiap guru untuk bersaing dan setara dengan sekolah lain. “Kondisi guru di sini sangat terbatas, kurangnya buku yang menjadi kendala sehingga sulit dijelaskan, dengan pelatihan mengajar diharapkan dapat membantu guru untuk menjadi setara dan dapat memberikan pengetahuan lebih banyak,” katanya.

Tidak hanya satu sekolah akan menjadi sorotan Harfanti dan timnya. Program renovasi sekolah juga mencari beberapa sekolah di beberapa pelosok yang akan dibangun. Rencananya, program pertama ini selesai pada 17 Agustus 2018 dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan sekolah itu berjalan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kepala Sekolah Induk yaitu SMPN 1 Cimanggu, dewan guru dan masyarakat sekitar. Dalam merenovasi sekolah yang rusak, Maria menggandeng PT Indo Kordsa Tbk perusahaan bahan baku ban asal Turki yang beroperasi di Citeureup Bogor.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Indo Kordsa Tbk Mehmet Zeki Kanadikirik mengatakan bahwa perusahaannya sangat bangga bisa berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. “Kami melihat bahwa pendidikan adalah dasar dalam pembangunan dan kami sangat senang bisa berpartisipasi sebagai bentuk aktifitas CSR,” ujar Mehmet.

Udin selaku Ketua Yayasan Insan Cita Mulia mengatakan bahwa pihak sekolah sangat senang dan bangga bisa mendapatkan bantuan berupa dua ruang lokal. “Sangat senang sekali mendapat bantuan ruang kelas yang sangat kami idam-idamkan. Setelah beroperasi selama 5 tahun, saat ini sekolah kami memiliki 70 siswa dan selama ini masih menggunakan ruang kelas sementara dari bilik,” ujar Udin dikutip dari Bantennews.co.id, Sabtu (5/5).

Udin berharap, kedepannya status sekolah bisa mandiri dan lepas dari sekolah induk. “Sejak awal berdiri, kami terus berupaya mencari bantuan dan mengurus izin operasional namun terus terkendala di dinas terkait,” ujar Udin. (Gie)

%d blogger menyukai ini: