RSU Tangsel Berikan Penyuluhan Asupan Gizi Kepada Lansia

Eksklusif RSUD Tangsel for indolinear.com
Kamis, 19 April 2018

Indolinear.com, Tangsel – Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut. Perubahan secara biologis ini dapat memengaruhi status gizi tua.

Tak bisa dipungkiri proses menua akan dialami setiap individu, baik perempuan dan laki-laki. Supaya tetap sehat dan bugar, asupan gizi perlu diperhatikan terutama saat lanjut usia (lansia).

Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan(Tangsel) dr. Dian Permatasari usai memberikan paparan kepada para lansia di aula lantai lima RSU Tangsel menyatakan, saat usia manusia memasuki lansia, masa otot, lemak dan jumlah cairan tubuh menjadi berkurang.

Untuk itu, perlu adanya pola asupan makan yang terukur, seperti pola makan dan hidup sehat. Memerhatikan asupan nutrisi seimbang merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan lansia. Pola makan sehat juga akan menurunkan risiko berbagai komplikasi penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes.

“Agar tubuh tetap sehat dan bugar, perlu adanya pembatasan asupan makanan. Sebab, usia lansia akan mengalami penurunan rasa nafsu makan dan kebutuhan cairan tubuh berkurang,” ungkapnya, Kamis (19/4).

Dian menambahkan, pada usia lansia terjadi penurunan fungsi sel otak yang menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek, melambatnya proses informasi, kesulitan berbahasa, kesulitan mengenal benda benda.

“Gejala pertama adalah pelupa, kemudian perubahan kepribadian dan prilaku yang berulang ulang,” ucapnya.

Di sisi lain, banyak usia lansia yang masih mengesampingkan pentingnya asupan gizi. Lantaran, faktor yang mempengaruhi asupan makan dipicu dari penyakit kroniknya. Lalu, aktivitas cenderung kurang bergerak. Ada juga, penggunaan obat-obatan yang banyak yang dialami penderita jantung dan ginjal. Serta, lingkungan dan status sosial.

”Masalah gizi yang terjadi pada lansia dapat berupa gizi kurang atau gizi lebih,” tuturnya.

Masih menurut Dian, Lansia wajib mengkonsumsi makanan yang sehat-sehat dan menjauhi lemak jahat. Mengonsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi akan membantu lansia mendapatkan vitamin, mineral, protein, karbohidrat, serta lemak yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Berbicara masalah pantangan makanan yang harus diperhatikan bagi lansia, Dian menjelaskan, pantangan yg paling tinggi adalah seharusnya membatasi konsumsi garam, gula, dan minyak. Untuk lansia harus memegang prinsip pengaturan pola makan yang biasa disingkat 4 J yakni, Jumlah, Jadwal, Jenis dan Jurus Memasak.

Apalagi memiliki penyakit akut, seperti jantung, ginjal dan diabetes, tentunya juga harus mengatur porsi makan. Seperti kabohidrat hanya 45-65 persen, lemak 25-35 persen, protein 15-25 persen, vitamin dan mineral 3-5 porsi/hari. Selain itu, jadwal makan juga harus teragendakan, minimal 2-3 jam makan selingan dari jadwal makan utama.

“Jadi kalau untuk pantangan itu tergantung dari penyakit nya masing-masing. Misalnya kalau diabetes tentu saja tidak mengkonsumsi makanan yg manis-manis. Kemudian kalau kolesterol yang tinggi tentu saja mengurangi asupan goreng gorengan yang tidak baik,” tutup dian.(adv)

%d blogger menyukai ini: