Provinsi Banten Masuk Program Sampah Listrik Nasional

Kabarbantencom/indolinear.com
Rabu, 12 Juli 2017

Indolinear.com, Banten – Provinsi Banten menjadi satu dari enam daerah yang masuk dalam program sampah listrik nasional. Pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah tersebut, tepatnya akan dibangun di Tangerang dan enam daerah lainnya, yakni DKI Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Makassar. Program ini ternyata mendapatkan banyak pertentangan tentang rencana tersebut. Karena, berdasarkan perspektif yang beredar selama ini pembangunan pembangkit listrik bertenaga sampah diduga, karena kekurangan listrik pada 7 daerah tersebut.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana prihatin, karena tidak ada kesamaan perspektif. Menurut dia, dibangunnya pembangkit listrik tenaga sampah, adalah bukan karena adanya kekurangan listrik pada 7 daerah tersebut. Menurut dia, pemanfaat listrik dengan menggunakan sampah merupakan isu lingkungan yang perspektifnya untuk membinasakan sampah. Sehingga, tujuan awalnya, adalah untuk bersih dan bukan untuk menambah kekurangan listrik.

“Perspektifnya membinasakan sampah kalau nanti kemudian jadi listrik itu menjadi bonus. Belakangan ini perspektifnya penambahan listrik di 7 daerah tersebut melalui energi sampah, karena katanya ada kekurangan listrik,” katanya dalam acara Media Gathering di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Jakarta, dilansir Okezone.com.

Menurut dia, isu lingkungan untuk memberantas sampah merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Sehingga, yang bertugas menjalankan bukanlah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melainkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Karena ini isunya lingkungan bukan daerah tersebut bukan menambah listrik. Sehingga, yang menjalankannya bukan Kementerian ESDM, tetapi Kementerian LHK,” ucapnya.(Gie)