Persaingan Ketat Di Audisi Bea Siswa Bulu Tangkis

kompascom/indolinear.com
Rabu, 6 September 2017
Olahraga | Uploader romauli

Indolinear.com, Kudus – Perjalanan pencarian bibit-bibit muda pebulutangkis berbakat melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 sudah berakhir di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Sudah menjadi tradisi bagi Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk kembali Kota Kudus dalam pencarian calon-calon juara dunia seperti Liem Swie King atau Hariyanto Arbi. Pada tahun ini, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Kudus digelar pada 5-7 September 2017 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Dalam gelaran penutupan Audisi Umum ini, para legenda bulutangkis dan pelatih PB Djarum yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis kembali turun gunung. Sebelum Kota Kudus, Tim Pencari Bakat yang dipimpin oleh Christian Hadinata, telah menyambangi Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo Raya, Purwokerto, dan Surabaya.

“Dari perjalanan Audisi Umum di tujuh kota sebelumnya, kami banyak menemukan atlet-atlet muda berbakat. Meski begitu banyak juga yang tidak lolos. Bagi mereka yang belum lolos tersebut, kesempatan masih sangat terbuka melalui Audisi Umum di Kota Kudus. Namun saya bisa pastikan, persaingan di Audisi Umum terakhir pada tahun ini bakal ketat,” tutur Ketua Tim Pencari Bakat Christian Hadinata dalam jumpa pers yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus.

Pada gelaran pamungkas ini, dua putra asli Kudus yang merupakan legenda bulutangkis Indonesia dan PB Djarum, Liem Swie King dan Hariyanto Arbi, bakal diturunkan. “Kota Kudus sudah menjadi langganan dengan jumlah peserta terbanyak. Saya yakin kejadian serupa bakal terjadi pada Audisi Umum tahun ini. Hal ini yang selalu membuat saya penasaran untuk mencari secara langsung para pebulutangkis calon juara dunia,” ujar Liem Swie King, pebulutangkis yang dijuluki King Smash ini.

Tingginya antusiasme peminat bulutangkis di Kota Kudus sudah tak perlu diragukan lagi. Peserta yang mendaftar datang dari berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya datang dari Pulau Jawa saja tetapi ada peserta yang datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

“Sekitar seminggu sebelum Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Kudus digelar, angka pendaftar telah mencapai 850an orang. Saya prediksi angka ini bisa mencapai sekitar lebih dari 900 peserta,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

Pada Audisi Umum sebelumnya di Purwokerto dan Surabaya, masing-masing meloloskan 16 dan 18 peraih Super Tiket untuk tahap final. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi, mengungkapkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Kudus merupakan kesempatan terakhir bagi para talenta muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan Super Tiket tahap final Audisi Umum.

“Kami masih mencari bibit pebulutangkis bertalenta untuk terus menjaga tongkat estafet prestasi bulutangkis Indonesia. Lewat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Kudus ini, merupakan peluang terakhir pada tahun ini bagi adik-adik untuk berkompetisi dan meraih kesempatan berlatih dan menjadi pemain bulutangkis PB Djarum,” jelas Fung.

Dalam pencarian bibit-bibit pebulutangkis muda dengan potensi terbaik, PB Djarum bakal menerjunkan Tim Pencari Bakat yang merupakan legenda bulutangkis Indonesia, yang terdiri dari Liem Swie King, Christian Hadinata, Hariyanto Arbi, Antonius Budi Ariantho, Denny Kantono, Ade Chandra, Johan Wahyudi, Ivana Lie, Maria Kristin, Hastomo Arbi, Sigit Budiarto, Kartono, Yuni Kartika, Basri Yusuf dan Engga Setiawan.

Melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, PB DJarum akan fokus pada pencarian atlet-atlet putra dan putri, yakni U11 (di bawah usia 11 tahun) dan U13 (di bawah usia 13 tahun). Berbeda dengan Audisi Umum sebelumnya yang terbagi dalam dua kelompok usia, U13 dan U15. Dengan pencarian dan pembinaan atlet-atlet di usia dini yang dimulai di PB Djarum, diharapkan mampu muncul para pebulutangkis dengan kemampuan terbaik dan meraih prestasi maksimal bagi Indonesia di masa mendatang.

“PB Djarum berkomitmen dalam melakukan pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Dengan usia perekrutan yang lebih muda tersebut, kami yakin bisa membentuk karakter dan mengasah para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya,” kata Fung.

Setelah tahap seleksi Audisi Umum di Kudus, proses pencarian bibit juara dunia dilanjutkan ke tahap Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-10 September 2017. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet yang lolos di tahap seleksi dari kota-kota audisi lainnya.

Bagi peserta yang lolos pada tahap final akan menjalani tahap karantina selama satu minggu pada tanggal 10-16 September 2017 di GOR Djarum Jati, Kudus. Sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum dan berhak menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia. Tahap Seleksi Audisi akan dilakukan dalam bentuk pertama tahap screening dimana para peserta akan diadu bermain bulutangkis dalam waktu kurang lebih 10 menit.

Dalam tahap screening tidak mencari menang dan kalah, tetapi para tim Pencari Bakat akan menilai teknik dasar bermain bulutangkis para peserta. Kedua tahap turnamen, dalam tahap ini para peserta akan menjalani kompetisi bulutangkis dengan sistem gugur.

Bagi peserta yang kalah terlebih dahulu tetapi memiliki potensi yang bagus, Tim Pencari bakat memiliki otoritas untuk memberikan Super Tiket ke Final. Pendaftaran Audisi Umum dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. (Uli)