Perjalanan Ikhsan Rumbai Dari SKO Ragunan Ke Platnas Cipayung

kompascom/indolinear.com
Sabtu, 6 Januari 2018

Indolinear.com, Jakarta – Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr. Raden Isnanta M. Pd, mengatakan bahwa dipanggilnya pebulutangkis muda Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay untuk masuk ke Pelatnas Cipayung pada tahun 2018 melalui SK (Surat Keputusan) dengan nomor SKEP/070/0.3/XII/2017 tentang Promosi Atlet Bulutangkis untuk Masuk Pelatnas PBSI Tahun 2018, kategori Pratama, merupakan sesuatu yang patut di syukuri.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Raden Isnanta M. Pd, di kantornya, Rabu (3/1/2018), saat melepas Ikhsan yang merupakan siswa kelas 3 SKO Ragunan, untuk lebih fokus menggali potensi yang dimiliki dirinya di Pelatnas Cipayung, guna mempersiapkan diri membela bangsa dan negara di multi atau single event internasional.

“Ikhsan merupakan atlet yang masih aktif di kelas 3 SKO Ragunan dan menjadi atlet termuda yang dipanggil Pelatnas Cipayung, hal tersebut merupakan susuatu yang patut di syukuri. Indonesia tentunya kedepan semakin optimis seakan memiliki pengganti-peganti atau regenerasi seperti Taufik Hidayat ataupun senior-senior sebelumnya,” tutur Raden Isnanta M. Pd.

Indonesia, lanjut Isnanta, masih butuh bulutangkis, di mana keharuman nama Indonesia dipentas internasional seperti halnya Olimpiade atau lainnya, sebagian besar dari bulutangkis. “Kita harus siapkan atlet generasi muda. Dari tangan SKO Ragunan telah coba memberikan kontribusi untuk pemain bulutangkis Indonesia yang hebat kedepannya,” tambah Isnanta.

Tercatat, Ikhsan menjadi satu-satunya atlet bulutangkis U-19 Indonesia yang masuk peringkat 10 besar BWF Junior untuk nomor tunggal putra. Hal ini tentu tak terlepas dari performanya di lapangan. Dari total 42 laga yang dilakoni, Ikhsan menorehkan kemenangan sebanyak 33 kali, seperti data per 30 September 2017.

Tak hanya di sektor tunggal putra, Ikhsan pun pernah tampil dibeberapa pertandingan ganda campuran yang berpasangan dengan Yasnita Enggira Setiawan. Pria yang baru berusia 17 tahun itu dikenal oleh rekan-rekannya sesama penghuni SKO Ragunan sebagai pebulutangkis muda yang gigih dan disiplin dalam berlatih untuk mengejar prestasi.

Hasil yang dicapai dari kedisiplinannya itu terlihat saat melakoni Malaysia International Junior Open 2017 pada September tahun lalu dengan membawa pulang gelar juara ke Tanah Air pasca menundukkan rekan senegaranya Handoko Yusuf melalui skor 18-21, 21-18, dan 21-14. Sedangkan saat bermain untuk kategori beregu, Ikhsan memiliki kontribusi besar ketika Indonesia tampil menjadi runner up di turnamen Asia Junior Championship 2017, pasca ditundukkan tim Korea Selatan dengan skor tipis 3-2.

Sederet prestasi juara pernah Ikhsan torehkan di beberapa ajang sirkuit nasional bulutangkis, seperti di Jawa Timur (U-19), Jawa Tengah (U-19), Banjarmasin (U-17), dan NTB (U-17), bahkan Ikhsan Leonardo juga menjadi juara pertama di ajang Kejuaraan Nasional Pertamina Open 2016 (U-19).

“Dari prestasi yang diraih Ikhsan di mana saat ini menduduki posisi empat dunia di junior, sesungguhnya sebuah prestasi yang luar biasa, di mana tiga peringkat diatasnya bukan sulit didapat, karena sama-sama junior tentu sebentar lagi kita akan melihat dia berada di level senior, berarti peringkat empat dunia itu akan terus menanjak hingga teratas,” ucap Isnanta.

“Tinggal bagaimana nanti potensi yang luar biasa dari seorang Ikhsan ini akan terus dikawal, dijaga dengan baik, sehingga prestasinya mampu melesat. Potensinya sudah ada, karakter bermainnya juga bagus, keunikan serta spesialisasi permainannya yang mirip Taufik Hidayat, merupakan bagian yang harus kita kawal, jangan sampai dipertengahan jalan justru terjadi penurunan,” tambahnya. (Uli)

%d blogger menyukai ini: