Pengemudi Taksi Online Depok Tunggu Arahan BPTJ

Radardepokcom/indolinear.com
Kamis, 13 Juli 2017

Indolinear.com, Depok – Sejumlah pengemudi taksi online tidak dapat berbuat banyak dan mengikuti sistem dari perusahaan taksi online sesuai Kebijakan Kementerian Perhubungan terkait dengan peraturan Kemenhub No26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yakni mengenai tarif atas dan tarif bawah terhadap taksi online.

Salah seorang pengemudi taksi online, Majid Priyatno mengatakan, peraturan yang diberikan Kemenhub terkait peraturan No26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, diakui tidak menjadi persoalan yang berat. Menurutnya, peraturan tersebut tidak merugiakan pihaknya sebagai pengemudi taksi online.

“Menurut saya, kebijakan tersebut hanya hitung-hitungan jam saja tidak terlalu memberatkan,” ujar Majid kepada Radar Depok, kemarin.

Majid menjelaskan, diberlakukannya tarif atas dan bawah dinilai membuat keadilan sebagai dirinya dalam mengais rejeki. Dia menilai, pemberlakuan tersebut berarti saat tengah membawa penumpang ketempat tujuan yang diminta. Namun ditengah perjalanan terjadi kemacetan, dia tidak merasakan rugi. Hal itu dikarenakan, saat terjadi kemacetan bahan bakar yang dikeluarkan telah masuk dalam perhitungan.

Majid mengungkapkan, memang ada sedikit perbuahan dalam nominal harga pengantaran. Hal itu tidak berbeda jauh, saat pemasanan saat jam sibuk. Apabila jam sibuk, akan ada kenaikan harga tarif dari jam normal dan itu sudah dimaklumi pengguna jasa taksi online. Walaupun seperti itu, dia tidak merasa khawatir akan ditinggal pelanggan, dikarenakan dia berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk melayani masyarakat pengguna jasa taksi online.

“Dengan pelayanan yang terbaik, masyarakat akan percaya dan tidak akan berpaling,” terang Majid.

Saat disinggung terkait belum ada satupun taksi online yang mendaftarkan diri di Dinas Perhubungan Kota Depok, Majid menuturkan, untuk hal tersebut dia menyerahkan kepada kantor perusahaannya tempat bernaung. Apabila ada arahan dari kantor, dia akan mengikuti guna memudahkan dalam menjalankan profesi sebagai taksi online.

“Tunggu kantor saja, kalau tidak salah Depok itu belum ada arahan dari BPTJ untuk melakukan pengurusan izin taksi online,” tutup Majid.(Gie)