Pemkot Tangsel Jamin Inflasi Saat Ramadhan Terkendali

sopy/indolinear.com
Selasa, 15 Mei 2018

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjamin inflasi yang akan terjadi di bulan ramadhan mendatang tetap akan terkendali.

“Kita sudah melakukan persiapan upaya agar inflasi bisa tetap terkendali. Misalnya melakukan sidak pasar dalam kurun waktu tertentu,” kata wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam rapat rutin TPID di Bintaro, Pondok Aren, Senin (14/5/2018).

Menurutnya dengan sidak yang akan dilakukan nanti segala pergerakan perekonomian akan lebih mudah diawasi. Sehingga jika ada pelanggaran akan segera diketahui dan dilakukan penindakan.

“Itu menjadi program kami yang memang setiap tahun dilakukan. Selain itu kita juga melakukan banyak sekali koordinasi kepada seluruh pihak agar bisa ikut mengawasi pergerakan ekonomi yang ada,” ujar Benyamin.

Selain itu TPID Tangsel juga mengawasi ketersediaan barang pokok untuk ramadhan mendatang. Misalnya berbagai macam bahan pokok di Bulog dan persediaan keuangan di Bank Indonesia.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel Maya Mardiana, dimana saat ini ketersediaan pangan dijamin mampu memenuhi permintaan pasar.

“Saat ini kita bisa terus mengawasi pergerakan harga kebutuhan di pasar. Ada enam pasar yang kami awasi yang menunjukan harga yang masih aman. Dan masyarakat juga bisa ikut mengawasi melalui aplikasi pantau harga pasar, ” katanya.

Masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga di bulan Ramadhan. Sebab TPID sudah menyiapkan tim khusus untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan.

Sementara,harga sejumlah komoditi bahan pangan di Tangsel sudah naik. Kenaikan harga terjadi di seluruh pusat perbelanjaan pasar-pasar tradisional dan modern.

Maya Mardiana, mengakui adanya kenaikan harga komoditi bahan pangan. Pihaknya juga telah dan terus memantau terhadap 25 komoditi serta 35 varian.

“Kenaikan harga sembako baik beras, minyak semua masih di bawah 2 persen,” katanya

Maya menyontohkan, seperti komoditi jenis beras premium saat ini harga eceran tertinggi yang beredar di pasaran mencapai Rp 11.350 per liter. Padahal pekan lalu rata-rata harga beras premium di Kota Tangsel dikisaran Rp 12.850 perliter.

Menurutnya, Disperindag Kota Tangsel akan terus melakukan pemantauan terhadap harga-harga komoditi bahan pangan. Informasi itupun secara berkala akan disampaikan kepada TPID “Jadi kalau ada infomasi ada kenaikan harga komoditi bahan pangan di luar sistem bisa disampaikan kepada kami,” singkatnya.(sopy)

%d blogger menyukai ini: