Pemkot Tangsel Fasilitasi Urban Farming Seluas 2 Hektar di Bambu Apus

Eksklusif Diskominfo Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com,  Tangsel – Sedikitnya 2 hektar lahan tidur di wilayah  Bambu Apus Pamulang dimanfaatkan untuk urban farming. Bersama Pemkot Tangsel,   Institut Teknologi Indonesia (ITI) turut ambil bagian melalui program Bina Lingkar Kampus “Penataan dan Pengelolaan Kawasan Integrated Urban Farming di Kelurahan Bambu Apus Pamulang Tangsel”. Sosialisasi dibuka di TPS3R Vila Pamulang Mas.

Walikota Tangerang Selatan Hj Airin Rachmi Diany dalam sebuah kesempatan mengatakan, program urban farming penting direalisasikan di Kota Tangsel. Salah satunya untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat yang berkaitan dengan sayur mayor dan buah buahan.

Terkadang permintaan pasar yang meningkat membuat stok komoditas  sayur mayor dan buah di pasar menjadi menipis. Pada posisi inilah urban farming  menjadi solusi karena dapat menjaga stok komoditas.

“Solusi jangka panjang memaksimalkan urban farming untuk komoditas cabe, dan sayur-sayuran serta buah. Jika ini dimaksimalkan di semua kecamatan, pasti mampu menekan inflasi di pasaran, karena permintaan tidak melonjak. Cukup memanen hasil tanaman sendiri,” tuturnya.

Untuk memastikan program urban farming berjalan dengan baik Airin pun menegaskan sudah meminta kepada seluruh camat melaporkan program urban farming setiap bulan.

“Supaya peningkatannya jelas, kami meminta kepada seluruh camat melaporkan setiap bulan perkembangan di wilayah. Harus fokus supaya program ini benar-benar berjalan,” tambah ia.

Direktur Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Indonesia (ITI) Iyus Hendrawan dalam sosialiasi Progam Bina Lingkar Kampus menyampaikan dalam mengaplikasikan program Bina Lingkar Kampus telah mendapatkan kesepakatan dari Pemkot Tangsel dan beberapa organisasi perangkat daerah.  Sebut saja di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami sudah MoU 7 OPD dalam kegiatan Bina Lingkar Kampus yang tersebar lokusnya di beberapa tempat. Kami hanya fasilitasi sifatnya membantu arahnya kembali kepada masyarakat Tangsel untuk pemberdayaan,” katanya.

Untuk memulai urban farming pertama soal pengolahan sampah di sektiar lingkungan dengan harapan tiga tahun kedepan sampah tidak lagi dibuang ke Cipeucang. Melainkan dijadikan sebagai kompos untuk organiknya.  Sedangkan jenis plastik akan diolah menjadi aspal.

Pupuknya nanti dihasilkan dari olahan sampah organik, karena sangat bermanfaat untuk tanaman. Yang terbuang ke Cipucang tinggal yang tak terpakai atau sudah terpilah,” tambahnya.

Kawasan urban farming digarap secara serius mulai dari penanaman, perawatan dan pemanenan serta pemasaran. Kesemuanya akan digarap dengan manajemen yang terstruktur agar hasilnya baik dan memberikan manfaat kepada warga sekitar.

“Beberapa jenis tanaman yang akan difokuskan di antaranya labuh, jahe merah, tebu telur yang harganya cukup mahal. Kisaran enam bulan dapat dipanen dengan prediksi dalam satu tahun per jenis tanaman mampu menghasilkan 10 ton dari area seluas 2 kurang lebih hektar. Nantiya akan ada rencana penanaman buah yang berpohon pendek,” tambah ia.

Selain di Bambu Apus ada beberapa titik di antaranya Keranggan Setu, Kampung Pulo, Kedaung  industri tempe dan beberapa tempat pengembangan IKM. Masing-masing tempat dikembangan berdasarkan potensi yang sudah ada, Bambu Apus karena memang lahannya ada, di dukung dengan pengolahan sampah secara terpadu.

Anggota DPRD Kota Tangsel, Siti Chodijah menyampaikan apresiasi kepada ITI yang sangat peduli terhadap Tangsel. Menurutnya ITI memberikan perhatian lebih, yang menandakan komitmen turut membangun Kota Tangsel cukup besar.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama dengan ITI tercapai pembangunan Kota Tangsel. Kami dari DPRD mengucapkan terima kasih,” ucapnya.

Harapan lain, dengan program urban farming sebagaimana Pemkot juga sudah mencanangkan program ini dapat seirama yang akan dijadikan percontohan di kelurahan lain.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu percontohan yang baik untuk diterapkan di kelurahan dan kecamatan yang lain sehingga dapat terintegrasi dan memberi dampak lebih luas,” harapnya di dampingi Dewi Indah Damayanti Komisi IV DPRD  Tangsel.(ADV)

Informasi seputar Kota Tangsel lainnya, klik https://tangerangselatankota.go.id

%d blogger menyukai ini: