Pemkot Tangsel 100 Persen Laksanakan Pembayaran Non Tunai

diskominfo for indolinear.com
Jumat, 16 Februari 2018

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah pusat telah memberikan instruksi kepada seluruh pemerintah daerah agar menggunakan sistem non tunai dalam setiap pembayaran.

Dalam rangka menunjang visi Walikota Tangsel, BPKAD menjadikan dan mewujudkan Tangsel kota dengan inovasi dan teknologi, salah satunya dengan pembayaran non tunai.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sejak Januari 2018 menjalankan seluruh pembayaran dengan non tunai. Sebab, sejak Juli 2017 Pemkot Tangsel sudah menyiapkan program ini.

“Maka dari itu pada Januari 2018 seluruh bendahara Pemkot Tangsel sudah siap melaksanakan pembayaran dengan sistem transfer,” kata Kepala BPKAD Tangsel, Warman Syanudin.

Menurutnya ada beberapa keuntungan yang dilakukan dengan sistem transfer ini, yaitu bendahara pengeluaran OPD lebih muda karena tidak harus mengambil uang di Bank dan menyimpannya di brangkas.

“Selain keamanan pada beberapa kejadian di jalan yang pernah dilakukan, tentunya selisih kurang atau lebih bayar bisa terhindarkan. Karena sudah pasti bayarnya sesuai dengan yang tertera melalui bank,” jelasnya.

Ada banyak terobosan yang dilakukan Bank BJB guna memberikan kemudahan dalam penerapan di lapangan nanti saat menggunakan pembayaran non tunai.

“Dengan menggunakan sistim non tunai, semakin banyak bekerjasama baik per bankkan, kementerian, PLN dan nantinya bisa saja Pertamina juga pihak-pihak lain. Bank BJB membuat banyak hal baru, dengan tujuan mempermudah kinerja Pemkot Tangsel,” tambah ia.

Misalnya saja, BJB merancang Cash Management Sistem (CMS) yang akan digunakan di semua OPD. Semacam perangkat dengan jaringan transfer antar Bank BJB. Nanti para bendahara pengeluaran akan menggunakan sistem ini di kantor masing-masing.

“CMS model transfer antar rekening di bank BJB.Sistim ini yang mengeluarkan Bank BJB hanya sekarang mesin geseknya masih di kaji oleh OJK untuk menentukan titik-titik dinas masing-masing agar sesuai alamat, loaksinya di mana dan data lengkap lainnya,” beber Warman.

CMS ini semacam buku catatan kegiatan yang dulunya manual sekarang tersistem. Selain CMS, Bank BJB mengeluarkan Standing Intruction (SI) yakni semacam perintah pembayaran kepada pihak bank. Jadi dalam SI akan tertera, nama kegiatan, nama penerima transfer, nominal dan npomor rekening yang akan dituju. SI ini dikeluarkan guna mempermudah bendahara pengeluaran dalam membayar semua kegiatan, baik kepada narasumber, pembayaran token listrik, pembayaran tenaga harian dan macam-macam yang masuk dalam Uang Persediaan.

“SI ini untuk mempermudah pembayaran dengan sistem merekap semua kegiatan dalam satu hari ada berapa nanti dibuat kemudian dikirimkan ke Bank BJB. Bank BJB lalu melakukan transfer kepada rekening yang diajukan oleh bendahara. Sebetulnya ada bisa melalui cek, namun kalau menggunakan cek hanya untuk satu rekening saja tidak bisa lebih dari itu,” tambah ia.

Sementara, menurut Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dengan adanya perubahan sistem pembayaran ini di awal-awal pasti banyak yang merasa kesulitan.

“Bahkan saya sendiri merasakan non tunai. Biasanya saya selalu ada uang tunai sekarang harus ke bank dulu dan lainnya. Tapi ini akan terbiasa jika sudah terus dilaksanakan,” kata Airin.

Walikota juga mengatakan bahwa saat ini banyak Bank yang ingin membuat ATM di Puspemkot, pihaknya akan mencoba fasilitasi.

“Ini adalah aturan dan regulasi dari pemerintah yang harus dijalankan dan tidak bisa ditawar lagi. Mudah-mudahan dari hal yang tidak biasa menjadi biasa,” jelasnya.  (adv)

Informasi lain seputar pemerintahan Kota Tangerang Selatan klik http://tangerangselatankota.go.id

%d blogger menyukai ini: