Pemberlakuan SSA di Depok Dinilai Efektif Urai Kemacetan

tribunnewscom/indolinear.com
Jumat, 8 September 2017

Indolinear.com, Depok – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan bahwa hasil evaluasi dan kajian pihaknya selama pelaksanaan sistem satu arah (SSA) di Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Arief Rahman, sejak 29 Juli lalu, membuktikan bahwa pemberlakuan SSA cukup efektif mengurangi kemacetan di ruas jalan tersebut.

“Ada tiga parameter atau ukuran yang kita gunakan untuk menilai dan mengevaluasi SSA ini. Antara lain tingkat kecepatan kendaraan, waktu tempuh, serta panjang antrean kendaraan yang hendak melintas di sepanjang jalur SSA tersebut,” kata Gandara.

ia menerangkan tiga parameter itu menunjukkan semuanya lebih baik sejak SSA diterapkan.

“Pertama, waktu tempuh kendaraan di yang terhubung dengan SSA sudah mengalami peningkatan, sejak SSA diterapkan. Bila sebelumnya 80 sampai 85 menit, saat ini sudah berkurang menjadi 55 hingga 60 menit saja, waktu tempuhnya,” kata Gandara.

Kedua kata dia rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas di sepanjang jalur SSA juga mengalami peningkatan.

“Bila sebelumnya kecepatan kendaraan hanya 12-14 km/jam, saat ini meningkat menjadi 17 km/jam, di jam sibuk,” kata dia.

Hal ini kata Gandara karena dua lajur yang tadi berlawanan menjadi searah, sehingga kecepatan kendaraan di jam sibuk meningkat, sejak SSA diterapkan.

“Parameter yang ketiga, yaitu panjang antrean kendaraan, berdasarkan data kami, jumlah dan panjang antrean kendaraan mengalami penurunan sejak SSA diterapkan. Saat ini panjang antrean kendaraan di setiap persimpangan jalan yang terhubung dengan jalur SSA umumnya hanya mencapai 500 meter. Padahal sebelumnya bisa lebih dari itu dan bahkan bisa sampai 2 atau 3 km,” katanya.

Antrean kendaraan yang makin pendek katanya tampak di Simpang Ramanda, Simpang Beji, simpang Sengon, simpang Jalan Kartini-Dewi Sartika, dan simpang Jalan Margonda-Siliwangi.

“Setelah SSA rata-rata hanya 500 meter saja antrean kendaraannya di jam sibuk. Sebelumnya bisa mencapai lebih dari 500 meter. Bahkan saat ini panjang antrean sudah berangsur-angsur berkurang dari 500 meter,” katanya.

Karenanya kata Gandara, tidak mungkin Pemkot Depok membatalkan begitu saja SSA sesuai desakan dan unjuk rasa ratusan warga.

Sebab tambahnya berdasarkan data parameter yang ada, SSA ternyata mampu mengurai kemacetan dan memenuhi kepentingan masyarakat yang lebih luas. (Gie)