Pelaku IKM Minta DPRD Tangsel Utamakan Produk UKM Tangsel

dedi/indolinear.com
Rabu, 13 Desember 2017

Indolinear.com,  Tangsel – Sebanyak 50 orang pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daeran (DPRD) Tangsel. Kedatangan pelaku IKM meminta pemda dan dewan menggunakan seluruh produk IKM dalam semua kegiatan pemerintahan.

Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah, Djaka Badranaya mengatakan, UIN Ciputat hanya memfasilitasi keinginan pelaku IKM agar pemda dan pemkot Tangsel menggunakan produk IKM, mengingat anggaran biaya langsung untuk makan dan minum dikegiatan pemerintah daerah cukup besar.

“Ini merupakan komitmen dari perguruan tinggi yang bekerja sama dengan masyarakat dalam hal ini pelaku UMKM. Kita juga melakukan work shop, dari sana muncul aspirasi untuk memperkuat UKM di Tangsel,” ujarnya ketika ditemui, Rabu (13/12) dalam rangka Audensi pelaku IKM .

Djaka menjelaskan, dari 23 ribu pelaku UMKM yang terdapat pada Dinas Koperasi, seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pelaku IKM, karena IKM di Tangsel sudah dapat mensejahterakan warga Tangsel. ia menilai selama ini pelaku IKM sudah berjuang, namun masih banyak kekurangan. Antara lain pada izin administrasi, pemasaran dan permodalan.

Bedasarkan Produk Domestik Regional Bruto Tangsel, peredaran uang di Tangsel sebesar Rp 60 Triliun pada tahun 2016 dengan jumlah penduduk sebanyak 1,6 juta jiwa yang merupakan pasar bagi UKM.

“Pertanyaannya uang yang beredar di Tangsel sebesar Rp 60 Triliun dengan pangsa pasar 1,6 juta penduduk apakah mengalir ke UMKM. oleh karena itu mereka berusaha untuk mendapatkan pasar itu,” tambahnya sembari disambut riuh tepuk tangan pelaku IKM.

Ia mengatakan, pada APBD tahun 2018 terdapat dana sebesar Rp 3,4 Triliun untuk belanja langsung, sedangkan anggaran untuk makan minum mencapai Rp 50-70 miliar yang tidak ada sepeserpun terserap bagi IKM.

“Masa dana sebesar itu untuk makan minum Pemda, Setwan dan OPD ora ada buat IKM,” tambahnya.

Koordinator pelaku UKM Tangsel, Djaini bin Mursin mengharapkan, tujuan dari pertemuan tersebut adalah menjadikan induatri lokal berjaya didalam negara sendiri. Sehingga kegiatan yang mengunakan makan dan minum dapat menggunakan produk IKM.

“Walaupun pernah dilakukan produk UKM, tapi belum terakomodir semua, sehingga produknUKM yang hadir harinini dapat dimanfaatkan dalam kegiatan makan dan minum dj DPRD,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan agar wakil rakyat mendorong pemerintah agar dapat memajukan IKM, terlebih jika ada perda yang mewajibkan penggunaan produk IKM disemua kegiatan.

“Paling tidak ada kebijakan yang berpihak kepada pelaku IKM di Tangsel,” tambahnya.

Ketua DPRD Tangsel Mohamad Ramlie menjelaskan dari dasar pembentukan Undang-Undang 51 tahun 2008 tentang pembentukan kota Tangsel, ada upaya pemerintah untuk mensejahterakan pelaku UKM. Ia juga sempat menceritakan pengalamannya 8 bulan lalu harus ke Jakarta Selatan untuk menikmati bir pletok.

“Kegiatan hari ini langsung kita tanggapi. Saya sangat tertarik nanti di DPRD makan, minim dan snacknya dari UMKM itu bagus, karena kami kan wakil rakyat,” ucapnya.

Untuk merealisasikan hal itu, ia meminta kepada staf protoker Setwan untuk menggunakan produk UMKM dikegiatan makan dan minum, sehingga dapat menghidupkan UKM. Bahkan ia akan mendorong Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany untuk mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah makan dan minumnya menggunakan produk UKM Tangsel.(ded/fin)

%d blogger menyukai ini: