Pakar IPB Ciptakan Insektisida Basmi Ulat di Kacang Kedelai

tribunnewscom/indolinear.com
Jumat, 8 September 2017

Indolinear.com, Bogor – Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan sebuah penelitian tentang formulasi insektisida berbahan aktif profenofos yang menggunakan surfaktan dietanolamida (DEA) oleh sawit.

Para pakar tersebut adalah Handuweni Surtining Dewi, Mulyorini Rahayuningsih dan Erliza Hambali dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB.

Mulyorini mengatakan, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi larutan insektisida profenofos terbaik dengan dietanolamida (DEA) sebagai surfaktannya, informasi sifat fisiko-kimia larutan insektisida dan efektivitas kinerjanya dalam mengendalikan hama ulat grayak.

Seperti diketahui, kedelai merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang konsumsinya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Namun, peningkatan konsumsi ini tidak seiring dengan kapasitas produksi biji kering kedelai dalam negeri, sehingga untuk memenuhi kebutuhan kacang kering kedelai dalam negeri pemerintah harus mengimpor kacang kering kedelai setiap tahun.

“Salah satu penyebab rendahnya kapasitas produksi tanaman kedelai adalah karena adanya serangan hama ulat grayak. Pengendalian hama ulat grayak di lapangan umumnya dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos,” ujarnya dalam siaran pers Humas IPB.

Ia mengatakan, profenofos merupakan bahan aktif insektisida yang tidak boleh diaplikasikan secara langsung karena sangat beracun, sehingga perlu untuk dilarutkan terlebih dahulu.

Namun profenofos tidak dapat larut dalam air.

Oleh karena itu diperlukan suatu formulasi pelarut yang tepat dan bahan-bahan lainnya yang dapat menunjang kinerja profenofos, sehingga dapat membentuk emulsi yang baik dan meningkatkan efektivitas insektisida profenofos.

Salah satu bahan yang digunakan untuk dapat membentuk emulsi yang baik adalah surfaktan.

Pada penelitian ini digunakan surfaktan non ionik dietanolamida (DEA) olein sawit.

Pada formulasi insektisida, surfaktan DEA berperan sebagai pendispersi, penghomogen, perekat dan perata pada emulsi insektisida yang terbentuk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan DEA mampu membentuk emulsi yang baik pada larutan insektisida profenofos dan pelarut natrium etoksida.

Hasil terbaik  diperoleh pada formulasi larutan insektisida dengan penambahan surfaktan DEA 10 persen dan bahan aktif profenofos 40 persen. Hasil uji membuktikan bahwa sebanyak 574 ppm bahan aktif dalam air mampu membunuh setengah populasi ulat grayak. (Gie)

%d blogger menyukai ini: