Olahraga Sejak Dini Cegah Terjadinya Osteoporosis

sophie/indolinear.com
Senin, 18 Desember 2017

Indolinear.com, Tangsel – Osteoporosis merupakan kondisi saat kualitas kepadatan tulang yang terus beregenerasi dari waktu ke waktu menurun dan membuat tulang menjadi keropos serta rentan retak. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat.

Menurut dr Leny Puspitasari selaku Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospital Lippo Village, puncak kepadatan tulang berada di usia 25 hingga 35 tahun, setelah itu akan turun sedikit-sedikit.

Terlebih wanita dengan rentang usia diatas 50 tahun atau setelah menopause yang pada saat itu hormonnya telah berkurang. Sedangkan kepadatan tulang pada laki-laki berkurang sekitar usia 65 tahun.

“Oleh sebab itu, dengan memperbanyak melakukan aktivitas dan olahraga sejak dini dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Selain itu juga dengan mengkonsumsi asupan kalsium, protein dan vitamin D yang dihasilkan dari sinar matahari,” paparnya.

Dalam seminar yang dihadiri oleh puluhan orangtua, ia juga menjelaskan beberapa faktor yang meningkatkan resiko osteoporosis, diantaranya adalah minuman bersoda, diet rendah kalsium, susah makan, memiliki beberapa penyakit seperti gondong dan diabetes serta banyak mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung steroid.

Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera atau keretakan tulang pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

“Diagnosis ditentukan dengan pemeriksaan semacam radiologi yang difoto pada tulang untuk melihat kepadatan tulang. Jika sudah terdiagnosis, maka mencegah agar tidak terjadi patah tulang dengan memperkuat otot-otot agar tidak mudah jatuh,” jelas Leny. (sophie)

%d blogger menyukai ini: