Musrenbang Banten, Airin Minta Aset Provinsi Dilakukan Pemeliharaan dan Peningkatan

sophie/indolinear.com
Rabu, 11 April 2018

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah Provinsi Banten menggelar Musrenbang di Serang pada 10 April 2018. Turut hadir seluruh Walikota/Bupati se Provinsi Banten termasuk Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan ditugaskan secara khusus untuk melayani kesehatan masyarakat. Namun dari 10 juta penduduk Banten, baru 8 juta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan

“Artinya masih ada 2 juta penduduk yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Kota/Kabupaten memberikan kontribusi hampir 40 persen. Masing-masing daerah bisa menganggarkan untuk pelayanan kesehatan membantu program BPJS,” kata Wahidin.

Lanjutnya, dengan sisa yang belum mendapatkan BPJS Kesehatan sebanyak 2 juta penduduk, baik dari karyawan pabrik, perusahaan, maupun dari masyarakat yang  dikategorikan mampu atau masyarakat yang rentan hampir miskin. Diharapkan Kota/Kabupaten bisa membantu dan mengurus mereka.

“Ketika sakit di tolak karena tidka punya BPJS, pemerintah harusnya hadir disini untuk membela kepentingan masyarakat. Bukan untuk emmbangun citra, tapi fakta dilapangan bahwa 2 juta masyarakat terabaikan,” bebernya.

Pemerintah provinsi boleh melakukan diskresi ketika BPJS belum sanggup melaksanakan program 100 persen, sehingga Pemerintah ikut turun. Gubernur mengajak kepala Walikota dan Bupati untuk tangani 2 juta warga yang belum terdaftar di BPJS. Negara yang maju dan baik harus melayani masyarakat secara penuh.

Wahidin Halim mengatakan dirinya sedang diuji, apakah programnya dapat berhasil untuk membangun revitalisasi Banten Lama untuk mendatangkan investor dan pengunjung sehingga ada daya tatik tersendiri.

“Kita anggarkan untuk revitalisasi agar bisa menarik pengunjung. Prinsip budaya dan akar tidak akan berubah, namun bagaimana lokasi ini akan menjadi perhatian banyak orang” jelasnya.

Wahidin mengatakan, bahwa dalam rapat besar  Musrenbang ini harus melakukan rencana yang baik dan efektif. Jangan hanya dijadikan formalitas dan seremonial belaka. Tapi bisa menghasilkan manfaat yang besar.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang turut hadir dalam Musrenbang Banten ini mengatakan pihaknya terus mendorong apa yang menjadi kepentingan di Kota Tangsel.

“Pertama yang kita minta aset aset provinsi yang ada di Tangsel untuk dilakukan pemeliharaan dan peningkatan. Misalnya jalan Pamulang untuk bisa diselesaikan,” jelasnnya.

Kemudiann Jalan Jombang DED untuk Under Pass sudah ada, tahun ini sudah mulai pembebasannya. Sehingga 2019 Airin meminta sudah ada pembangunan under pass Jombang untuk mengurai kemacetan.

“Juga beberapa berkaitan aset-aset provinsi yang ada di Kota Tangsel terus kami minta diperbaiki dan dilakukukan pemeliharaan. Kami juga berharap bantuan anggaran bisa lebih ditambah,” jelasnya.(sophie)

%d blogger menyukai ini: