Menteri Eko Berharap Kades Transparan Dalam Kelola Dana Desa

aktualcom/indolinear.com
Selasa, 12 September 2017

Indolinear.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyampaikan kepada para kepala desa (kades) untuk tidak takut dalam mengelola dana desa. Pesan tersebut disampaikan Eko saat mengunjungi sejumlah lokasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Eko mengakui jika masih ditemukan penyelewengan pada pengelolaan dana desa. Tetapi jika ada indikasi upaya kriminalisasi terhadap pengelolaan dana, Pihaknya kata dia siap mendampingi pihak desa selama penyerapan anggaran dana desa tidak diotak-atik.

“Pengelolaan dana desa tahun ini sebesar Rp 800 juta rupiah, saya minta bapak-bapak ibu-ibu sekalian untuk aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya. Kades juga harus transparan, dana yang masuk dan terserap kemana saja wajib terpampang agar diketahui masyarakat,” imbuh Eko,

Menurut Eko kini telah ada layanan hotline untuk masyarakat melalui nomor telepon 1500040 jika menemukan indikasi kenakalan pengelolaan dana desa. Bagi kades yang menghadapi kriminalisasi dari pihak manapun bisa memakai nomor yang sama untuk pendampingan.

“Siapapun, pihak manapun yang coba-coba kriminalisasi kades hubungi nomor tersebut, nanti petugas kita yang akan memberikan pendampingan,” kata Eko.

Melalui kebijakan Presiden Joko Widodo kata Eko terjadi peningkatan alokasi anggaran secara signifikan per tahunnya. Pada tahun 2016 sebesar Rp 46,96 triliun meningkat sebesar Rp 60 triliun di tahun 2017.

Di sisi lain, lanjut Eko, penyerapan dana desa setiap tahunnya mengalami peningkatan. Penyerapan dana desa tahun 2015 senilai 82 persen dari total anggaran Rp 20,8 triliun. Tidak terserapnya lantaran sebagian anggaran merupakan program tersebut baru, sedangkan para kades belum siap.

“Dana desa ini digunakan untuk sejumlah sarana infrastruktur. Dalam dua tahun terakhir ini Presiden Jokowi menyebut dana desa telah digunakan untuk membangun 82 ribu kilometer jalan desa, 50 ribu MCK, PAUD, sarana irigasi mencapai puluhan ribu,” kata Eko.

Sementara di Sukabumi, pengelolaan dana desa dinilai Eko sangat bagus dipakai untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Bumdes diharapkan dapat membangun embung atau cekungan penampung air.

“Dari embung ini nantinya akan terbentuk semacam homestay, sarana olahraga dan tempat wisata serta seperti disini bisa untuk menanam nanas. Konsep ini diharapkan bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” tukas Eko. (Gie)

%d blogger menyukai ini: