Mantap Bekasi akan OTT Pembuang Sampah Sembarangan

pixabaycom/indolinear.com
Sabtu, 9 September 2017

Indolinear.com, Bekasi – Setiap orang yang membuang sampah sembarangan di Kota Bekasi bakal dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) berupa denda.

Sampai saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sedang berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Bekasi terkait rencana sidang tipiring.

“Bulan Oktober kita akan gelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) lagi. Bagi pelanggar akan langsung disidang tipiring,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi.

Menurut dia, sidang tipiring sangat perlu dilakukan untuk mengubah perilaku buruk masyarakat. Dengan tipiring ini, masyarakat diharapkan jera, sehingga tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Terakhir kali, dinas terkait menggelar OTT di sepanjang Jalan Underpass, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Saat itu, petugas gabungan Satpol PP, TNI dan polisi berhasil mengamankan 12 pembuang sampah sembarangan.

Oleh petugas, mereka dikenakan sanksi sosial berupa memungut sampah di lokasi. Mereka juga didata dan dipotret petugas, sebagai bukti telah melakukan pelanggaran.

“Kalau mengulangi perbuatannya lagi, foto mereka akan dipajang di lokasi sehingga mereka malu untuk membuang sampah kembali,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh, total titik pembuangan sampah liar di Kota Bekasi mencapai 110 titik. Seluruhnya tersebar di 12 kecamatan di wilayah setempat.

Luthfi mengatakan, tidak menutup kemungkinan pemerintah bakal menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2011 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Aturan itu menyebut, bahwa pelanggar akan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama tiga bulan.

“Kita belum jerat mereka dengan Perda karena masih berupa peringatan dan tipiring dulu. Tapi perilaku masyarakat tidak berubah, kita akan terapkan aturan sesuai Perda,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantini menambahkan, lembaganya tidak mempersoalkan bila pelanggar berhasil lolos dari jeratan petugas saat OTT.

Dia menilai, keberadaan lembaganya bukan bertujuan untuk menangkap pelanggar Perda yang berkaitan dengan lingkungan.

“Tujuan kami sebetulnya membina masyarakat agar menjaga lingkungan. Dampak buang sampah sembarangan justru merugikan masyarakat sendiri,” ujar Kustantini.

Dia menilai, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Padahal di lokasi titik pembuangan sampah itu sudah dipasangi plank larangan membuang sampah sembarangan. Bahkan plank itu bertuliskan Perda dengan merinci sanksi yang akan diterima oleh pelanggar.

“Persoalan sampah ini kan sudah mengarah ke perilaku.

Mengubah perilaku ini yang sulit, makanya kita lakukan rutin supaya masyarakat terbiasa menjaga lingkungan,” katanya.

Dia menambahkan, petugas akan rutin melakukan OTT di seluruh titik tempat sampah pembuangan liar.

Bagi masyarakat yang melihat hal itu, bisa melapor ke petugas untuk ditindak lanjuti.

“Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat membantu pemerintah untuk membangun daerah,” jelasnya. (Gie)

%d blogger menyukai ini: