Lelang Jabatan Sekda Depok Dipastikan Tak Akan Diulang

tribunnewscom/indolinear.com
Selasa, 19 September 2017

Indolinear.com, Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, memastikan bahwa tidak akan ada lelang ulang atau lelang kedua untuk seleksi jabatan sekretaris daerah (sekda) Kota Depok.

Tidak adantya lelang ulang itu dipastikan setelah tidak satu pun pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) seprovinsi Jawa Barat, yang mendaftar ketika lelang jabatan tersebut dibuka selama dua pekan pada awal September lalu.

“Tidak akan ada lelang ulang atau lelang kedua untuk seleksi jabatan Sekda ini. Sebab waktunya maksimal 3 bulan, dan sudah harus ada Sekda terpilih. Sehingga harus dipercepat dan tak bisa toleransi waktu,” kata Idris di Balai Kota Depok.

Menurut dia, jika lelang jabatan sekda Depok dibuka lagi dari masa pendaftaran, maka waktu untuk mendapatkan hasil definitifnya pada November mendatang tidaklah cukup.

Oleh sebab itu, kata Idris, saat pihaknya tengah berkonsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta Kementerian PAN-RB.

“Jika sesuai arahan dari Menteri Pan-RB, dengan kondisi ini, maka kepala daerah bisa mengajukan minimal tiga nama untuk dimutasi dari eselon IIb untuk dijadikan calon dinaikkan ke eselon IIa sebagai sekda, namun sebelumnya dilakukan asesmen,” kata Idris.

Dengan begitu diharapkan Sekda baru terpilih bisa lebih cepat di dapat. “Namun kita masih menunggu lagi arahan lain dari KASN,” katanya.

Sembari menunggu rekomendasi KASN, katanya, pihaknya atau panitia seleksi tengah mendata dan memantau ASN eselon IIb yang memenuhi syarat menjadi Sekda yakni yang usianya tidak lebih dari 58 tahun.

“Jika syarat yang kemarin itu 56 tahun dan sekarang sudah pengajuan menjadi 58 tahun,” kata Idris.

Dari data yang ada, lanjutnya, ada sebanyak 17 ASN Pemkot Depok dari golongan eselon IIb yang dibawah 56 tahun yang bisa merupakan calon sekda.

“Namun yang di atas 56 tahun dan belum sampai 58 tahun belum dimasukkan, sekitar delapan orang,” katanya.

Ini berarti nantinya ada sekitar 25 ASN yang akan diasesmen, dengan diuji, dites tes kesehatanya serta psycho tes. “Dari 25 itu nanti akan mengerucut menjadi tiga, maksimal tiga,” katanya.

Lalu dari tiga nama itu kata Idris pihaknya akan menunjuk satu nama sebagai Sekda Depok terpilih dan diajukan ke Gubernur Jabar. “Nantinya gubernur yang tanda tangan sebagai persetujuan,” kata dia.

Seperti diketahui sampai batas akhir dibukanya masa pendaftaran peserta lelang jabatan sekda Kota Depok, Senin (11/9/2017) pukul 24.00, dipastikan tidak ada satupun PNS se-Provinsi Jawa Barat yang mendaftarkan diri ke panitia seleksi lelang jabatan Sekda Depok.

Masa pendaftaran telah dibuka dan diumumkan sejak 25 Agustus. Ini artinya keputusan apakah masa pendaftaran akan dibuka kembali atau diperpanjang, masih menunggu keputusan resmi Wali Kota Depok.

Hal itu dikatakan Kepala Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan Sekda Depok Warli, melalui keterangan tertulisnya.

“Berdasarkan hasil rapat panitia seleksi Selasa kemarin, dipastikan tidak ada calon peserta seleksi yang mendaftar, baik melalui pos maupun email. Hasil ini sudah dilaporkan ke Wali Kota Depok untuk ditindaklanjuti sesuai perundangan,” kata Warli. (Gie)