Kisah Mistis Tiga Mobil Dan Kutukan Yang Menyertainya

liputan6com/indolinear.com
Kamis, 28 Desember 2017

Indolinear.com, Jakarta – Sejarah mencatat tahun 1886 sebagai momentum kelahiran mobil modern. Kala itu, penemu Jerman, Karl Benz, berhasil membuat Benz Patent-Motorwagen — yang bentuknya mirip kereta kuda namun dijalankan menggunakan motor.

Namun, mobil baru dimiliki secara masif saat Model T diluncurkan perusahaan Amerika Serikat Ford Motor Company pada 1908.

Setelah itu kendaraan beroda empat menggantikan kereta dan gerobak yang ditarik hewan, dimulai di Amerika Serikat, Eropa, lalu ke seluruh dunia.

Kini, mobil menjadi bagian dari kehidupan manusia, rodanya melaju seiring pendulum sejarah, bahkan ikut masuk dalam legenda urban (urban legend) — kisah mistis yang ternyata tak hanya melibatkan rumah angker, kapal hantu, dan makhluk misterius.

Seperti dikutip dari Liputan6.com (26/12/2017), sejak 1910-an, sejumlah cerita mistis memasukkan mobil yang diduga angker atau terkutuk.

Berikut kisah mistis terkait tiga tiga mobil paling terkenal di dunia dan ‘kutukan’ yang konon menyertainya.

  1. Graf & Stift Double Phaeton

Sebuah mobil Graf & Stift double phaeton menjadi saksi peristiwa besar: pembunuhan yang akhirnya melecut sebuah pertempuran global, Perang Dunia I.

Pada 28 Juni 1914 putra mahkota Austria-Hungaria Archduke Franz Ferdinand dan istrinya Sophie dibunuh saat berkunjung ke Sarajevo, ibu kota Bosnia. Insiden itu terjadi kala mereka menaiki mobil beratap terbuka tersebut.

Graf & Stift double phaeton dibuat di Australia pada 1910. Mobil itu ditenagai mesin 4 silinder yang menghasilkan 32 tenaga kuda (horsepower).

Mobil yang ditumpangi Franz Ferdinand adalah milik Count Franz von Harrach, perwira di korps transportasi Angkatan Darat Austria.

Menurut buku Das Auto von Sarajevo yang ditulis Christian Ortner dan diedit Thomas Ilming menyebut, kala itu, militer Austria menghadapi pengetatan anggaran secara besar-besaran. Jadi, alih-alih naik mobil militer, ia diangkut kendaraan pribadi.

Putra mahkota Austria-Hungaria Archduke Franz Ferdinand dan istrinya Sophie bersiap memasuki mobil Graf & Stift double phaeton (Wikipedia)

Faktor kendaraan jadi salah satu faktor dalam peristiwa nahas itu. Apalagi, kedatangan Franz Ferdinand tak disambut hangat di Sarajevo.

Sebelumnya, sebuah bom yang meledak terlalu dini mengincar nyawanya. Meski Franz Ferdinand lolos, sejumlah pengiringnya harus dirawat di rumah sakit.

Dia mungkin seharusnya menganggap itu sebagai pertanda bahwa sudah waktunya untuk pulang. Namun, ia bersikeras mengunjungi teman-temannya yang luka.

Pengemudi mobil yang tidak terbiasa dengan rute tersebut, salah belok.

Sopir mengarahkan mobil menuju ke sebuah jalan. Di sana Gavrilo Princip sedang duduk di luar sebuah kafe.

Princip yang merasa dapat kesempatan emas, langsung berdir, bergegas menyibak kerumunan, dan mengarahkan tembakan ke arah Franz Ferdinand.

Dia berhasil melakukannya tepat pada waktunya. Suara tembakannya yang mengenai tubuh Ferdinand sekaligus menjadi genderang perang yang terdengar di seluruh dunia.

Konon, setelah penembakan Franz Ferdinand, mobil tersebut berpindah tangan ke 15 pemilik selama periode 12 tahun — lalu terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan kematian 13 orang.

Kecelakaan terakhir menimpa sang pemilik seorang baron Rumania, yang celaka saat bepergian menuju sebuah acara pernikahan bersama kelima temannya.

Sang bangsawan dan teman-temannya tewas dalam kecelakaan mengerikan, sehingga mobil tersebut mendapat julukan ‘Death Car’.

Menurut mitos, mobil itu setelah insiden penembakan Franz Ferdinand. Kendaraan itu konon jadi “gila” dan ingin membunuh semua penumpangnya.

Benarkah demikian?

Ini faktanya: tak lama setelah pembunuhan itu, Count von Harrach memberikan mobil nahas tersebut ke Kaisar Franz Joseph — yang kemudian mendonasikannya ke sebuah museum di Australia.

Thomas Ilming, ahli senjata dan teknologi Austrian Military Museum — di mana mobil itu kini dipajang membantah dugaan bahwa mobil Graf & Stift tak punya gigi mundur (reverse gear) yang memperlambat sopir saat mengubah arah.

Ilming menambahkan, mobil itu punya gigi mundur. “Namun butuh waktu untuk memindahkan giginya, akibat standar teknis pada saat itu,” kata dia.

Lantas, dari mana kisah kutukan itu bermula. Juru bicara museum, Manfred Litscher menduga, rumor tersebut dipicu pemberitaan sebuah korban Inggris.

Ia menegaskan Graf & Stift double phaeton, yang jadi saksi pembunuhan Franz Ferdinand sudah ada di museum tersebut sejak 1914 dan tak pernah digunakan.

  1. Porsche 550 Spyder

Kisah mistis ini dikaitkan dengan tunggangan bintang Hollywood ternama, James Dean: mobil Porsche 550 Spyder yang berjuluk “Little Bastard”.

Pagi itu, Jumat 30 September 1955, James Dean bangun pagi lalu minum kopi. Ia baru saja menyelesaikan pengambilan gambar film ‘Giant’ dan bersiap membawa mobil barunya, Porsche Spyder, menuju lokasi balap pada akhir pekan.

Namun, aktor berusia 24 tahun itu tak sampai adu nyali di lintasan balap. Ia meninggal dunia pada pukul 17.45 di Cholame, California, saat mobilnya bertabrakan dengan sedan Ford Tudor di sebuah persimpangan.

Pengemudi sedan, mahasiswa California Polytechnic State University, Donald Turnupseed (23) mengalami shock, tapi tidak cedera parah. Sementara, mekanik Porsche Rolf Wütherich luka berat namun selamat.

Baru satu film James Dean, East of Eden, yang dirilis. Dua lainnya, Rebel Without a Cause dan Giant baru diluncurkan setelah kematiannya.

James Dean kala itu masih dalam proses menjadi seorang bintang terkenal. Namun, ironisnya, kecelakaan tragis yang ia alami menjadikan sosoknya seorang legenda.

Rumor menyebut, mobil berjuluk “Little Bastard” tersebut terkutuk.

Setelah kecelakaan, mobil itu berjalan mundur dari belakang truk dan menghancurkan kaki montir yang berdiri di dekatnya.

Kemudian, dealer mobil bekas menjual suku cadangnya ke sejumlah pembeli di seluruh negeri.

Lalu, insiden aneh terjadi berlipat ganda: mesin mobil, transmisi dan ban dipasangkan ke sebuah mobil yang kemudian terlibat dalam kecelakaan mematikan.

Sebuah truk yang membawa sasis Spyder tergelincir dari jalan tol dan membunuh sopirnya.

Bagian-bagian mobil lainnya lalu lenyap dan tak pernah diketahui keberadaannya.

Tak sampai di sana, Wutherich yang dihantui rasa bersalah mencoba bunuh diri dua kali selama 1960-an.

Pada 1967, dia menikam istrinya 14 kali dengan pisau dapur dalam upaya pembunuhan dan bunuh diri yang gagal — dan dia meninggal dalam keadaan mabuk saat mengemudi pada tahun 1981.

Sementara, Turnupseed meninggal karena kanker paru-paru pada 1981.

  1. Black Volga

Black Volga atau dalam Bahasa Polandia disebut czarna wołga, adalah sebuah legenda yang menyebar di Polandia, Rusia, Belarus, Ukraina, dan Mongolia, terutama pada dekade 1960-an dan 1970-an.

Konon, sebuah limosin Volga berwarna hitam — atau dalam beberapa kasus disebut merah — diduga digunakan untuk menculik orang, terutama anak-anak.

Romor pun menyebar liar, menyebut bahwa pengemudinya adalah seorang pemuka agama, biarawati, Yahudi, vampir, pemuja setan, bahkan setan itu sendiri.

Mobil itu digambarkan memiliki pelek roda putih, gorden putih atau elemen putih lainnya.

Konon, anak-anak diculik untuk diambil darahnya, yang dipakai untuk obat ajaib bagi orang Barat atau Arab yang menderita kanker darah.

Lainnya menyebut, para korban akan dipanen organnya. Ada juga yang mengaitkannya dengan legenda terkenal lainnya tentang pencurian ginjal oleh KGB.

Mitos itu kembali muncul pada akhir Abad ke-20. Kali itu, Volga digantikan BMW atau Mercedes, lengkap dengan fitur tanduk yang menggantikan spion.

Dalam versi ini, pengemudi akan menanyai pengguna jalan dan membunuh mereka saat mendekat. (Uli)

%d blogger menyukai ini: