King Hendro Arifin : Tangsel Harus Jadi Kawasan Pertanian Modern

www.indolinear.com

Indolinear.com,  Tangsel –  Kota Tangerang Selatan dianggap memiliki modal yang cukup untuk menjadi kawasan pertanian modern.  Selain dekat dengan Ibukota negara,  Tangsel juga memiliki modal utama atas keberadaan kawasan Puspiptek dan beberapa Universitas besar.

Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten, King Hendro Arifin,  S.sos., MH, menyoal strategi dan rencana jangka panjang ketahanan pangan di Kota Tangsel.  Menurut King Hendro,  pertanian modern bisa menjadi peluang baru untuk peningkatan PAD Tangsel.

“Saya fikir pertanian tetap harus diutamakan keberadaannya di Tangsel. Tapi bukan pertanian konvensional dengan lahan yang terhampar luas. Kita harus pikirkan dan realisasikan konsep pertanian modern dengan lahan minimalis namun produktifitasnya maksimal,” ujar King Hendro Arifin yang juga Calon Legislatif DPRD Provinsi Banten Dapil Tangsel ini.

Mengutip data dari BPS Kota Tangsel,  King Hendro Arifin menjelaskan jumlah penduduk Kota Tangsel per tahun 2016 mencapai 1,5 juta lebih. Tentunya ini pasar potensial dari pengembangan pertanian modern.  Belum lagi,  letak geografis Tangsel yang berdekatan dengan Ibukota negara yakni DKI Jakarta juga memberi keuntungan demografi di sektor pangan.

“Kita harus melihat jumlah penduduk di Kota Tangsel dan DKI Jakarta sebagai potensi ekonomi baru berbasis Pertanian modern.  Kita harus mampu menjadi pemasok bahan pangan yang berkualitas dengan pendekatan rekayasa teknologi,” ujar King Hendro Arifin.

Atas itulah menurut King Hendro kebijakan yang pro pertanian modern di Kota Tangsel harus dibuat lebih maksimal lagi.  Keberadaan regulasi yang pasti maka kerjasama dengan lembaga riset seperti Puspiptek bahkan universitas seperti Institut Teknologi Indonesia (ITI),  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Ciputat dan Universitas Pamulang (Unpam) dapat terjalin dengan baik dan berkelanjutan.

“Apalagi motto Tangsel itu salah satunya adalah cerdas.  Jadi kita semua harus bisa memaksimalkan peran dan teknologi yang ada.  Para peneliti dan akademisi membuat penelitiannya,  pemerintah daerah dan legislatif membuat regulasi dan rancangan pembiayaannya. Output nya,  adalah rekayasa teknologi pertanian yang dapat dijadikan sumber pendapatan masyarakat dan tentu nya menyumbang PAD,” jelas King Hendro Arifin,  Caleg asal Partai Gerindra ini.

Masih dijelaskan lulusan S2 Universitas Pamulang ini, dengan teknologi rekayasa pertanian yang optimal maka minimnya lahan di Tangsel tidak lagi menjadi kendala dalam hal produktivitas panen.  Lokasi pertanian modern dengan menggunakan bibit unggul hasil rekayasa teknologi pertanian dapat dikembangbiakkan di atap gedung milik pemerintah maupun swasta,  halaman rumah dan lokasi yang dirasa dapat dijadikan media tanam di seluruh Tangsel.

“Tugas legislator ya menyiapkan regulasi nya. Misal, aturan semua atap gedung bertingkat di Kota Tangsel harus dapat digunakan sebagai kawasan tanam. Termasuk juga kewajiban pengembang perumahan menyerahkan fasos fasum untuk dijadikan kawasan tanam. Tugas saya nanti ya menyiapkan regulasi itu untuk keseluruhan daerah provinsi Banten termasuk Tangsel melalui DPRD Provinsi Banten” ujarnya.(sop/tim)

%d blogger menyukai ini: