Keren Permukiman Kumuh Disulap Jadi Destinasi Wisata

sindonewscom/indolinear.com
Sabtu, 9 September 2017

Indolinear.com, Siak – Kabupaten Siak di Provinsi Riau terkenal dengan daerah destinasi dengan wisata sejarah. Selain Istana Siak, di sana juga ada satu tempat wisata andalan yakni Water Front City (WFC).

Water Front City ini berada tepat di depan Istana Siak, Sri Indrapura Ibu Kota Kabupaten Siak. Lokasi Water Front City awalnya adalah bangunan turap untuk mencegah abrasi dari gelombang Sungai Siak. Pemkab Siak-pun membuat konsep turap menjadi taman dan pendestrian.

Pemkab Siak melalui Dinas Prasarana Umum (PU) mulai mengerjakan turap menjadi konsep taman dan pendestrian sejak tahun 2014. Kawasan ini memiliki panjang 850 meter. Bangunan ini diperuntukkan bagi warga dan para pelancong yang datang ke Siak.

Tempat pendestrian atau pejalan kaki ini cukup panjang dan luas. Warga kini banyak memanfaatkan untuk joging pagi dan sore hari. Selain jadi pendestrian, kawasan ini juga dibuat taman. Dimana tanaman bunga berbagai jenis tanpak tertata rapi di berbagai titik. Ini tentunya memanjakan mata bagi siapa saja yang berkunjung.

Untuk memanjakan masyarakat, Bupati Siak Syamsuar meminta dibangun kursi-kursi di banyak titik di kawasan WFC. Kursi tersebut kebanyakan menghadap ke Sungai Siak yang merupakan sungai terdalam di Indonesia.

Sambil duduk santai, di sanalah, pengunjung bisa melihat secara langsung lalu-lalang kapal-kapal besar melintas di sungai seperti kapal kargo, kapal industri, kapal tangker dan kapal nelayan dari pagi hingga malam hari.

“Di sini sangat asik untuk tempat jogging dan bersantai bersama keluarga menikmati ke indahan. Di sini pemadangan bagus suasana tenang,” ucap Riki Armando (29) warga Kecamatan Siak yang saban sore selalu joging.

Bagi orangtua yang membawa anak-anaknya juga tidak perlu takut, karena di perbatasan sungai Pemkab Siak membangun pagar di sepanjang turap. Selain itu, kawasan WFC juga dilengkapi dua dermaga yang ada di sisi kanan dan kiri WCF.

Jadi bagi pengunjung yang ingin berpergian menyeberangi sungai dari Kecamatan Siak lokasi WTC ke Kecamatan Mempura tinggal menaiki kapal nelayan atau kapal yang disiapkan Pemkab Siak.

Water Front City sendiri memiliki arti kota di tepi air atau wisata di tepian air. Pemandangan WTF akan semakin indah jika dilihat pada malam hari. Lampu yang gemerlap di sepanjang turap semakin menambah ke indahan wisata yang membelah kota Siak itu.

Pemkab Siak juga menyiapkan toilet yang besar bagi pengunjung. Selain Istana Siak, di sekitar WFC juga ada salah satu kelenteng besar milik warga kong hu cu.

Sebelum tahun 2014, Water Front City merupakan kawasan kumuh. Dimana banyak rumah rumah pangung yang berdiri semrawut berdiri di pinggiran Siak atau tepatnya di sekitar kawasan Istana Siak.

Sampah sampah berserakan di sungai karena warga sembarangannya. Toilet yang sengaja dibuat mengarah ke sungai semakin menambah ketidaknyaman Sungai Siak kala itu. Namun kini turap Water Front City sudah menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung.

“Water Front City kita bangun demi warga dan kemajuan Kabupaten Siak. Untuk turis silakan datang ke karena di sini banyak destinasi wisata,” ucap Bupati Siak, Syamsuar.

Untuk mencapai Siak, dari Kota Pekanbaru, ibukota Riau dapat ditempuh perjalanan selama dua jam perjalanan melalui jalur darat. (Gie)