Kemendes Sebut Dana Desa Tingkatkan Infrastruktur Pedesaan

rmolco/indolinear.com
Rabu, 6 September 2017

Indolinear.com, Pandeglang – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) akan terus mendorong peningkatan infrastruktur di daerah pedesaan.

Di Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Pandeglang misalnya, dana desa berjasa membangun sarana olah raga untuk masyarakat setempat. Lapangan sepak bola seluas 85×80 meter yang awalnya hutan belukar tidak terawat, kini ramai dikunjungi.

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo berkesempatan meninjau langsung penggunaan dana desa di Desa Citalahab. Dia menanyakan langsung kepada pemuda dan warga setempat terkait manfaat dana desa yang dirasakan. Selain juga mengingatkan warga untuk serius mengawasi dana desa.

“Kalau kepala desanya menyelewengkan dana desa laporkan langsung ke satgas dana desa di (nomor) 1500040,” kata Eko dalam keterangannya.

Dia juga mengajak masyarakat saling bergotong royong membangun desa. Menurut Eko, evaluasi penggunaan dana desa menjadi pertimbangan besar pemerintah untuk menaikkan kembali anggarannya. Di mana, dana desa tahun 2014 sebesar Rp 20,8 triliun, tahun 2015 sebesar Rp 46,9 Triliun, dan 2017 sebesar Rp 60 triliun.

“Kalau tidak ada masalah, pak presiden akan naikkan lagi dana desanya,” bebernya.

Kepala Desa Citalahab Hambali menceritakan sarana olah raga atau disebut Sorga Desa dibangun dari dana desa tahun 2016 dengan biaya Rp 50 juta. Menurutnya, semangat dan tingginya budaya gotong royong masyarakat menekan biaya pembangunan

Dia mengatakan, dibangunnya sarana olah raga bertujuan untuk mengalihkan perhatian pemuda kepada hal-hal positif, dan menjauhi perbuatan merugikan seperti menkonsumsi narkoba, tawuran dan sebagainya.

“Tadinya orang berpikir mana cukup uang segitu, tapi masyarakat gotong royong sehingga cukup. Dan yang terpenting bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Hambali.

Sorga Desa sendiri merupakan salah satu program prioritas Kemendes. Di samping program prioritas lain yakni Prukades (produk unggulan kawasan pedesaan), Embung Desa, dan BUMDes (badan usaha milik desa). (Gie)

 

%d blogger menyukai ini: