Jembatan Gerendong di Rumpin Bogor Ditutup Untuk Sementara

pojoksatuid/indolinear.com
Selasa, 13 Maret 2018

Indolinear.com, Rumpin – Kecamatan Rumpin yang dikenal sebagai kawasan tambang bantu pasir, memicu sejumlah infrastuktur dikawasan tersebut rusak. Berat angkutan yang melebihi tonase,  seperti Jalan dipenuhi lubang  bahkan jembatan jebol. Puncaknya, hari ini Minggu (11/03/2018), Jembatan Gerendong, penghubung Kecamatan Ciseng dan Rumpin jebol.  Dasar jembatan yang rusak hingga dikawatirkan amruk.

Agar dapat kembali bisa diperbaiki, UPT Jalan Jempatan Pada Dinas PUPR, Kabupaten Bogor melakukan perbaikan. Selama perbaikan, jembatan ditutup total dan warga harus memutar puluhan kilometer. Jika ingin ke kecamatan Parung, warga harus memutar ke Gunung Sindur. Sedangkan warga yang mau ke arah Rancabungur sampai Kota Bogor harus berjalan memutar ke Leuwi Liang.

Namun untuk bagi masyarakt roda dua, dan mengunakan anggutan umum. Lebih memilih mengunakan rakit atau masyarakat sekitar meyebutnya getek yang berada di bawah jembatan. Getek initerbuat dari beberapa batang bambu yang diikat kuatmembentuk perahu. Untuk sekali naik, warga dan relawan mematok tarif Rp.5.000 perorang. Sedangkan kendaraan roda dua 10 ribu.

Sebanyak lima rakit disediakan para warga untuk bisa menyembrang. Sementara angkutan umum hanya sampai ujung jembatan. “Ini akan diperbaiki selama dua bulan sebelumnya kami Muspika rumpin sudah memasang sepandung untuk pengalihan kendaraan truk tambang dan pengendara motor,” Ekbang Kecamatan rumpin Nurbaiti.  Ia menjelaskan, Perbaikan lantai jembatan diperkirakan rampung dalam satu bulan.

Kapolsek Rumpin Kompol Sudrin Simangunsong menjelaskan, bagi kendaraan truk dan kendaraan pribadi disarankan memutar melalui jembatan Leuwiranji, perbatasan Gunung Sindur Rumpin. Sementara, ada lima rakit disiapkan warga bagi warga yang mengunakan transprtasi umum atau roda dua. Namun rakit dipergunakan jika arus sungai sedang tenang.  “Kami himbau agar memutar,” katannya

Salah seorang warga yang sering beraktifitas Bogor, Rumpin, mengaku terpaksa menaikan motornya ke atas rakit. Selain menghemat waktu, juga irit bahan bakar. “Tadi bayar pulang pergi 30 ribu Saya baru pertama kali tengang sedikit takut,” akunya Jaenudin kepada pojokjabar. (Gie)

%d blogger menyukai ini: